Pertamina Pastikan Kelancaran Distribusi BBM Sumbar di Tengah Bencana Banjir dan Longsor
Pertamina mengoptimalkan Distribusi BBM Sumbar dan LPG pascabencana banjir serta longsor yang memutus jalur utama, memastikan pasokan aman dengan skema alih distribusi dan penambahan armada.
Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat telah menyebabkan terputusnya akses jalan nasional dan alternatif Padang-Bukittinggi. Kondisi ini secara signifikan menghambat jalur logistik dan distribusi kebutuhan pokok, termasuk bahan bakar minyak (BBM) serta LPG di wilayah tersebut. Menanggapi situasi darurat ini, Pertamina mengambil langkah cepat dan strategis untuk menjaga ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat.
Pertamina Fuel Terminal (FT) Siak Riau dan Jambi kini diperbantukan untuk mendukung distribusi BBM ke berbagai daerah di Sumatera Barat. Langkah ini diambil guna mengatasi kendala terputusnya jalur utama yang amblas akibat bencana alam. Senior Area Manajer Retail Sumatera Barat, Fakhri Rizal Hasibuan, menegaskan komitmen Pertamina dalam menjaga pasokan tetap aman.
Upaya alih distribusi ini bertujuan untuk memastikan bahwa daerah-daerah yang berbatasan, khususnya di wilayah utara dan barat Sumatera Barat, tetap mendapatkan pasokan BBM yang cukup. Meskipun jalur Sitinjau Lauik menjadi satu-satunya alternatif, Pertamina berupaya keras agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan berarti.
Strategi Alih Distribusi dan Penambahan Armada
Untuk menjaga kelancaran Distribusi BBM Sumbar, Pertamina menerapkan skema alih distribusi dari Fuel Terminal (FT) Siak dan Jambi. Bantuan ini krusial untuk menopang pasokan dari Integrated Terminal Teluk Kabung Padang yang kini menghadapi tantangan akses. Strategi ini dirancang untuk mengatasi terputusnya jalan Padang-Bukittinggi di kawasan Mega Mendung Lembah Anai serta jalur alternatif Padang-Malalak-Bukittinggi.
Jalur-jalur tersebut amblas akibat gerusan banjir bandang dan longsor, membuat distribusi menjadi sangat sulit. Fakhri Rizal Hasibuan menjelaskan bahwa perbantuan dari Siak dan Jambi sangat vital. Tujuannya adalah memastikan daerah-daerah terdampak tetap terlayani dengan baik.
Selain alih distribusi, Pertamina juga menambah armada mobil tangki BBM sebanyak 17 unit. Setiap unit memiliki kapasitas 16.000 liter, sehingga total daya angkut tambahan mencapai 272.000 liter. Penyesuaian kapasitas pengiriman juga dilakukan untuk Kabupaten Pasaman, menggunakan armada mobil tangki muatan 8.000 liter.
Setiap pengiriman armada truk tangki BBM selalu menggunakan pengawalan patwal. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan serta kelancaran proses distribusi hingga ke lokasi tujuan. Pengawalan ini menjadi bagian penting dari upaya Pertamina menjaga pasokan BBM tetap stabil.
Distribusi LPG dan Penanganan Daerah Terisolasi
Perbantuan distribusi juga mencakup pasokan LPG untuk Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Sumatera Barat. Integrated Terminal Dumai diperbantukan untuk memasok dua wilayah di utara Sumbar, yaitu Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Payakumbuh. Langkah ini memastikan ketersediaan LPG di daerah tersebut tetap terjaga.
Bagi daerah yang terisolasi total akibat bencana, Pertamina melakukan upaya luar biasa. Contohnya adalah penyaluran tabung LPG 3 kg ke wilayah Paninggahan dan Muaro Pingai Kabupaten Solok, serta wilayah Tiku Kabupaten Agam. Daerah-daerah ini terisolasi akibat banjir dan longsor yang parah.
Penyaluran LPG ke wilayah terisolasi tersebut dilakukan menggunakan perahu. Fakhri juga menambahkan bahwa operasional SPBE di hari Minggu, yang biasanya tidak beroperasi, dibuka untuk memenuhi kebutuhan tabung LPG 3 kg. Ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam menghadapi situasi darurat.
Sama seperti pengangkutan BBM, pengawalan armada skid tank LPG menuju SPBE juga menggunakan patwal. Pengawalan ini penting untuk menjamin keamanan dan kelancaran distribusi LPG. Semua upaya ini dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan akses energi.
Bantuan Kemanusiaan Pertamina Peduli
Selain fokus pada Distribusi BBM Sumbar dan LPG, Pertamina Patra Niaga Sales Area Sumbar dan Integrated Terminal Teluk Kabung juga aktif dalam program kemanusiaan. Mereka telah menyalurkan bantuan melalui posko tanggap darurat BPBD Provinsi Sumbar melalui program Pertamina Peduli. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp100 juta rupiah.
Bantuan tersebut berupa berbagai barang dan bahan makanan yang sangat dibutuhkan oleh korban bencana. Item bantuan meliputi biskuit, vitamin, obat-obatan, kasur, air mineral, mie instan, beras, minyak, selimut, pampers, dan perlengkapan mandi. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak.
Program Pertamina Peduli menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kondisi sosial masyarakat di tengah bencana. Bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk membantu pemulihan pascabencana. Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung upaya penanggulangan bencana di Sumatera Barat.
Sumber: AntaraNews