Ikuti Arahan Purbaya, BEI Perketat Pengawasan Saham Gorengan
Sayangnya, ia belum membocorkan lebih lanjut terkait tim kerja khusus pembasmi saham gorengan tersebut.
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, dalam acara Investasi Berkelanjutan di dalam Ekosistem Bisnis Global, di Main Hall BEI, Senin (17/2/2025). (Liputan6.com/Gagas)
(@ 2025 merdeka.com)Bursa Efek Indonesia (BEI) menindaklanjuti permintaan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk memperketat pengawasan terhadap pergerakan harga saham yang dianggap tidak wajar, atau dikenal sebagai saham gorengan, di pasar modal.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya bakal membentuk tim kerja khusus untuk memelototi saham-saham gorengan tersebut. Lantaran, perlindungan investor jadi prioritas utama.
"Akan ada tim kerja. Intinya, kalau terkait perlindungan investor itu selalu menjadi prioritas kami. Kami akan bekerja keras terus untuk itu," ujar Jeffrey di Jakarta, dikutip Kamis (30/10).
Sayangnya, ia belum membocorkan lebih lanjut terkait tim kerja khusus pembasmi saham gorengan tersebut.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menghukum para pelaku pasar modal yang melakukan praktik manipulatif, atau dikenal sebagai penggorengan saham.
Ia berharap proses pembersihan pasar modal dari para spekulan pemain saham gorengan tersebut bisa dilakukan dalam waktu satu tahun ke depan.
"Kalau selama setahun bersih-bersih saja, sementara saya bisa lihat saham yang digoreng. Saya kan mengamati pasar saham juga ya, ada yang menggoreng-goreng, sebagian juga saya kenal pemainnya, yang ikut bukan main, yang bukan market maker, tapi yang ikut,' kata Purbaya beberapa waktu lalu.
Jaga Minat Generasi Muda jadi Pemodal
Menurut dia, penertiban para pelaku penggoreng saham penting untuk menjaga minat generasi muda dalam berinvestasi di pasar modal.
Sang Bendahara Negara khawatir praktik tidak sehat tersebut dapat merusak kepercayaan investor pemula, mengingat sekitar 50 persen investor pasar modal saat ini berasal dari kalangan muda.
"Kalau itu enggak dibersihin sayang. Minat Gen Z atau kalangan muda yang berinvestasi di pasar modal sekarang bisa hilang karena 50 persen anak-anak muda kan. Kalau itu hilang ya sudah pasar modal kita enggak bisa berkembang lagi. Tapi kalau dirapikan maka mereka akan berani masuk ke pasar saham karena mereka akan berpikir bahwa di sana fair game," ujarnya.
Insentif Fiskal
Lebih lanjut, Menkeu juga membuka peluang pemberian insentif fiskal jika pasar modal bisa lebih bersih dan berintegritas.
Salah satu bentuk insentifnya yang sedang dipertimbangkan adalah pengurangan beban pajak. Selain itu, Purbaya juga akan merancang sejumlah insentif berupa pengurangan pajak pelaku pasar modal.
"Nanti kita lihat seperti apa, tapi saya bisa dukung itu kalau mereka bekerja lebih keras lagi untuk menjaga integritas pasar modal itu sendiri," katanya.