DPR Minta Purbaya Berhenti Komentari Kebijakan Kementerian Lain
"Fokuslah pada desain ekonomi besar yang ingin dia bangun untuk mendukung visi Presiden,” ungkap Misbakhun.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyatakan dukungan terhadap langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam menyusun arah kebijakan fiskal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Namun, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan komunikasi politik yang lebih solid agar kebijakan ekonomi tidak terkesan berjalan sepihak.
“Pak Purbaya harus berhenti terlalu sering mengomentari kebijakan kementerian lain. Fokuslah pada desain ekonomi besar yang ingin dia bangun untuk mendukung visi Presiden,” ujar Misbakhun dalam keterangan tertulis, Senin (13/10).
Soroti Komentar Purbaya soal Anggaran MBG
Menurut Misbakhun, salah satu yang perlu diperhatikan adalah pernyataan Menkeu Purbaya terkait pemotongan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak terserap secara optimal.
Ia menilai, alokasi anggaran program strategis semacam itu memiliki dimensi politik yang tidak bisa diubah sepihak tanpa pembahasan bersama DPR.
“Sama ketika kami melihat bahwa ketika tiba-tiba Pak Purbaya langsung merespons menaikkan defisit dari 2,48 menjadi 2,68. Itu kan sebenarnya harus berkonsultasi dan rapatkan dengan DPR. Karena masih dalam proses pembahasan APBN, ruang itu memang diberikan, tapi hal-hal seperti ini harus disinergikan agar kebijakan ekonomi tidak terkesan sepihak,” tegasnya.
Dorong PPN Turun, Lindungi Kelas Menengah
Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga menyoroti perlunya kebijakan fiskal yang berpihak pada rakyat, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat kelas menengah.
Misbakhun bahkan menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk mendorong konsumsi domestik.
“Saya yang waktu itu mengingatkan supaya (kenaikan) PPN ini ditahan benar. Kalau perlu PPN kita turunkan kembali ke 10 persen dan bahkan ke 8 persen untuk mengangkat daya beli masyarakat. Ini penting karena kita sedang menghadapi tekanan di daya beli,” ujarnya.
Selain itu, Misbakhun menilai reformasi sistem bantuan sosial bagi kelas menengah rentan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi. Ia menegaskan bahwa desain kebijakan fiskal harus menyentuh kelompok masyarakat yang berisiko turun kelas akibat tekanan ekonomi.
“Desain kebijakan fiskal harus menyentuh kelompok yang rentan turun kelas. Ini bagian dari kesejahteraan yang dikehendaki Presiden Prabowo,” jelasnya.
Dengan demikian, Misbakhun berharap tim ekonomi di bawah koordinasi Menkeu Purbaya dapat bekerja secara sinergis dan fokus mendukung agenda besar pemerintahan baru, yakni pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.