Rapat Komisi XI Memanas, Menkeu Purbaya Sindir PDIP: Saya Tanya, Bapak Hormati Saya Tidak
Rapat berjalan tegang namun disisipi candaan khas gaya Menkeu Purbaya Yudho Sadewa. Sejumlah isu ekonomi dibahas dalam rapat tersebut.
Rapat kerja Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Kamis (27/11) berubah panas setelah anggota Fraksi PDIP, Dolfie O.F.P., mempertanyakan kinerja pengelolaan APBN yang dinilai berpotensi menambah utang negara.
Ketegangan memuncak ketika Purbaya, sambil bercanda namun bernada serius, menanyakan apakah Dolfie Othniel Frederic Palit masih menghormatinya sebagai Menkeu.
Dalam rapat yang membahas kinerja perekonomian triwulan III 2025 itu, Dolfie Othniel Frederic Palit mengkritik turunnya penerimaan pajak serta minimnya kontribusi sektor-sektor ekonomi, termasuk pertanian, industri, dan energi.
Dolfie Othniel Frederic Palit menilai Kementerian Keuangan perlu lebih tegas mendorong kementerian lain agar kebijakan yang dijalankan mampu menghasilkan nilai tambah.
Menanggapi hal tersebut, Purbaya mengaku kondisi ekonomi sejak awal tahun belum normal dan memengaruhi serapan pajak. Ia menegaskan bahwa pemerintah memilih langkah kontra-siklikal agar tidak memperburuk perlambatan ekonomi.
"Kalau lagi jatuh, kita bebanin lagi malah makin jatuh. Kita ini taktis. Kita optimalkan uang yang ada," ujarnya Purbaya dalam rapat tersebut.
Purbaya juga sempat menyinggung para ekonom yang mengkritik kebijakan fiskalnya. Ia menilai teori-teori yang disampaikan "tidak sesuai hasil di lapangan," mengingat dampak stimulus APBN dinilai mulai terlihat.
Ketegangan mencuat ketika Purbaya menanggapi interupsi Dolfie Othniel Frederic Palit. Sambil melirik Anggota Komisi XI Kardaya Warnika, ia bertanya,
"Saya tanya, Bapak hormati saya tidak?" Pernyataan itu memicu riuh suasana rapat, sebelum Purbaya kembali menegaskan bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar.
Dolfie Othniel Frederic Palit kemudian menegaskan bahwa Menteri Keuangan memiliki kewenangan untuk mempertajam program kementerian lain melalui instrumen anggaran.
Ia menilai Purbaya perlu lebih mengarahkan kementerian sektor agar kebijakan mereka tidak sekadar menghabiskan APBN, tetapi menghasilkan pertumbuhan nyata.
Purbaya akhirnya menyatakan siap menindaklanjuti masukan tersebut. Ia mengatakan ke depan akan lebih aktif mengontrol efektivitas anggaran lintas sektor.
"Harusnya kita bisa pastikan uang dipakai yang betul dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi," ujarnya Purbaya.
Menkeu Beberkan Sejumlah Permasalahan
Rapat makin dinamis ketika isu restitusi pajak, kredit usaha rakyat, hingga transfer ke daerah ikut dibahas.
Purbaya menuturkan bahwa sejumlah masalah, termasuk lambatnya penyerapan anggaran daerah dan minimnya kredit ultra mikro, akan diperbaiki mulai tahun depan.
Menkeu Purbaya Singgung Target Pertumbuhan Ekonomi
Di akhir rapat, Purbaya menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen diperlukan untuk membuka lapangan kerja formal dan memperkuat kelas menengah.
"Kalau sudah kuat, baru pajak-pajak yang tertunda bisa kita kenakan,"ujarnya Purbaya.
Komisi XI menyatakan akan melanjutkan pembahasan dalam agenda berikutnya, termasuk rapat khusus dengan KSSK untuk memperdalam evaluasi kebijakan fiskal dan moneter.
Reporter Magang: Ahmad Subayu