Curhat Menkeu Purbaya Susah Tidur Setiap Malam, Begini Katanya
Setiap malam ia mengaku memikirkan bagaimana memperbaiki kinerja penerimaan negara agar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengakui beban tanggung jawab yang diembannya saat ini membuat dirinya sulit tidur nyenyak.
"Pasti setiap malam saya nggak bisa tidur. Sekarang sudah susah tidur," kata Purbaya dalam Pelantikan Pejabat Kemenkeu, di Gedung Juanda 1 Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/2).
Purbaya menyampaikan bahwa kegelisahan tersebut bukan tanpa alasan. Setiap malam ia mengaku memikirkan bagaimana memperbaiki kinerja penerimaan negara agar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Purbaya menargetkan peningkatan tax collection rate dari sekitar 9 persen saat ini menjadi 11 - 12 persen pada tahun ini. Ia menilai target tersebut realistis namun tetap menantang, sehingga membutuhkan kerja keras dan komitmen kuat dari seluruh jajaran Kementerian Keuangan, khususnya sektor perpajakan.
"Saya mengharapkan ada perbaikan tax collection rate signifikan dari 9 persen sekarang, mungkin 11-12 persen untuk tahun ini, tahun depan kita perbaiki lagi," ujarnya.
Menurutnya, tahun ini situasinya berbeda dibandingkan sebelumnya. Jika kinerja pajak tidak mencapai target, ia tidak lagi bisa beralasan bahwa kondisi ekonomi sedang melambat. Apalagi ketika pertumbuhan ekonomi membaik, maka peningkatan penerimaan pajak menjadi tuntutan yang wajar dan harus diwujudkan.
"Jadi ini misi kita, misi yang berat untuk pajak. Kalau kemarin Anda mencapainya di bawah target, saya bisa beralasan di depan DPR bahwa karena ekonominya lambat. Tapi tahun ini kan nggak bisa lagi," ungkapnya.
Akui Bakal Sulit Berikan Penjelasan ke DPR
Menkeu Purbaya bahkan menyebut tekanan politik akan semakin besar jika target tersebut tidak tercapai. Purbaya mengaku akan sulit memberikan penjelasan kuat di hadapan DPR apabila tax collection rate tidak membaik.
Menurut Purbaya, sebagai seorang ekonom sepertinya, kegagalan tersebut akan menjadi kekalahan besar yang sulit diterima.
"Saya nggak bisa memberikan argumen yang kuat, kalau untuk orang yang seperti saya, orang yang ekonomi seperti saya, itu suatu kekalahan yang telak," ujarnya.
Pembenahan Internal
Menkeu juga menyoroti masih adanya kebocoran yang kerap disinggung Presiden dalam berbagai pertemuan, mulai dari praktik interfacing, under-invoicing, hingga persoalan di sektor cukai. Hal itu, menurutnya, menjadi sinyal bahwa pembenahan harus dilakukan secara serius dan menyeluruh.
Ia meminta para pimpinan di pusat maupun daerah untuk tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi turun langsung memantau kinerja jajaran di bawahnya.
"Jadi itu, utamanya saya pikir teman-teman semua, ke depan kita bersama-sama memperbaiki kinerja pajak, keuangan secara keseluruhan. Jangan sampai kita dikalahkan oleh pemain-pemain yang mengalahkan kita sampai sekarang. Dan jangan sampai pula nanti Presiden masih mengumumkan hal-hal seperti ini," pungkasnya.