Curhat KH Cholil Nafis, Rekening Yayasan Milik Ketua MUI Berisi Rp300 Juta Kena Blokir PPATK
Kiai Cholil menjelaskan, banyak masyarakat yang menggunakan rekening dormant itu untuk jaga-jaga, sehingga ketika dibutuhkan.
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis mengkritisi pemblokiran rekening nganggur alias dormant atau dianggap pasif oleh PPATK. Dia menilai, kebijakan menjadi tidak bijak. Sebab dirinya menjadi salah satu pihak terdampak.
"Sedikit sih gak banyak, paling Rp200 juta - Rp300 juta untuk jaga-jaga yayasan. Tapi setelah saya coba kemarin mau mentransfer, ternyata sudah terblokir. Nah ini kebijakan yang tidak bijak," kata Kiai Cholil seperti dikutip dari situs MUI, Selasa (12/8).
Kiai Cholil menjelaskan, banyak masyarakat yang menggunakan rekening dormant itu untuk jaga-jaga, sehingga ketika dibutuhkan, baru menggunakan rekening tersebut. Karenanya, dia meminta agar pemerintah sebelum membuat kebijakan, dipikirkan dan diuji coba terlebih dahulu, baru diberlakukan secara nasional.
"Disamping PPATK bisa memblokir semua rekening, itu hak asasi. Menurut saya perlu ada tindakan dari Presiden (terhadap) kebijakan yang bikin gaduh," lanjutnya.
Kiai Cholil khawatir, kebijakan pemblokiran berpotensi berdampak buruk terhadap rasa kepercayaan publik terhadap kepada pemerintah melalui instansi perbankan.
Dia juga menanggapi temuan PPATK soal 120.000 rekening nganggur diduga diperjualbelikan di media sosial dan market place untuk tindak pidana, seperti perjudian, korupsi hingga penipuan. Kiai Cholil mendukung penindakan terhadap hal itu.
Pelanggaran Hukum Harus Ditindak
Dia menegaskan, setiap pelanggaran hukum dari rekening maupun yang lainnya harus didukung untuk ditindak sesuai peraturan perundang-undangan.
"Pemerintah bisa memilah mana rekening yang diduga melanggar, mana yang tidak, sehingga pemblokiran rekening bisa dilakukan secara tepat sasaran," saran Kiai Kholil.
Kiai Kholil mewanti, pemblokiran rekening tidak tepat sasaran bisa membuat masyarakat tidak percaya terhadap anjuran pemerintah untuk 'ayo menabung' di bank.
"Oleh karena itu saya berharap pemerintah bisa menilai mana yang benar dan salah. Kedua, tidak hanya orang yang punya rekening, kan bisa dipanggil, dan bisa juga perbankan, ketika pembukaan rekening harus benar-benar selektif persyaratan sehingga tidak digunakan yang macam-macam. Saya pikir kontrol perbankan paling mudah, untuk soal keuangan itu dibanding mengontrol orang yang mencuri ayam," tutupnya.