Curhat Rekening Diblokir, Ustaz Dasad Latif sebut Niatnya Baik Tapi Caranya tak Elegan
Kebijakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan pemblokiran terhadap rekening dormant ternyata juga dirasakan oleh ustaz kondang,
Kebijakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan pemblokiran terhadap rekening dormant ternyata juga dirasakan oleh ustaz kondang, Das'ad Latif. Ustaz Das'ad menyebut kebijakan pemblokiran rekening dormant tidak elegan.
Melalui unggahan video di akun Instagramnya, Ustaz Das'ad Latif mengungkapkan bahwa uang yang ingin diambil dari rekening tabungannya tidak bisa dilakukan. Padahal, uang tersebut akan digunakan untuk membayar besi dan semen untuk pembangunan masjid.
"Saya hari ini berencana membayar besi, semen, untuk pembangunan masjid saya. Jadi saya datanglah mengambil uang yang saya tabung di bank pemerintah," ujarnya.
Namun, setelah tiba di bank, Ustaz Das'ad dikejutkan dengan kabar bahwa rekeningnya diblokir.
"Setelah saya tiba ternyata rekening saya diblokir, karena tidak aktif selama 3 bulan," kata dia.
Ustaz Das'ad mengaku bingung dengan alasan pemblokiran rekeningnya. Ia pun datang ke bank pelat merah untuk mendapatkan penjelasan.
"Saya bingung kenapa diblokir, alasannya katanya supaya menghindari hal-hal negatif," katanya.
Dia juga mempertanyakan kebijakan bank yang bertentangan dengan semangat pemerintah untuk mendorong masyarakat menabung. Padahal, pemerintah mengajak warganya untuk menabung.
"Setahu saya selalu diiklankan oleh negara, ayo menabung, ayo menabung. Menabunglah saya, tapi kenapa diblokir," tanyanya.
Ustaz Das'ad berharap pemerintah membuat keputusan yang lebih elegan dan tidak menyusahkan rakyat kecil.
"Saya berharap pemerintah membuat keputusan yang betul-betul elegan, tidak meresahkan masyarakat, dan tidak menyusahkan rakyat kecil," katanya.
Dia juga berharap kebijakan pemerintah selalu berarah pada kemaslahatan umat. Ia menyadari bahwa niat pemblokiran rekening mungkin baik, tetapi caranya yang tidak elegan.
"Saya tahu niat ini bagus, niat pemblokiran rekening ini baik, tapi caranya yang tidak elegan," katanya.
Dia juga mempertanyakan kegunaan dari kebijakan yang dibuat oleh pejabat yang telah mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri dengan biaya negara.
"Apa gunanya kalian yang sekolah tinggi-tinggi ke luar negeri, digaji oleh negara, yang bekerja mengelola keuangan masyarakat, lalu uang masyarakat ini, kebijakan ini justru melahirkan keresahan dan menyusahkan masyarakat?" tanyanya.
Ustaz Das'ad berharap kejadian ini hanya menimpa dirinya saja dan bukan masyarakat luas. Dia juga berharap pemerintah dapat memperbaiki sistem pengelolaan keuangan negara dengan masukan dari rakyat.
"Kepada pemerintah, ini jangan dianggap sebagai teror, jangan dianggap sebagai lawan, anggaplah sebagai masukan dari rakyat untuk memperbaiki sistem pengelolaan keuangan negara," ujarnya.