Mukjizat! Peluru Israel Tak Mempan di Kepala Anak Palestina, ini Penampakannya
Lana Al-Basous, anak gadis Palestina, selamat meski peluru drone Israel bersarang di kepalanya.
Keajaiban nyata terjadi di tengah tragedi kemanusiaan genosida yang dilakukan Israel di Gaza, Palestina. Seorang anak perempuan Palestina bernama Lana Al-Basous secara luar biasa selamat setelah sebuah peluru yang ditembakkan dari drone Israel gagal menembus tengkorak kepalanya.
Dalam sebuah video yang kini viral dan disiarkan media internasional, tampak Lana terbaring di ranjang rumah sakit. Peluru itu terlihat bersarang tepat di bawah kulit kepala belakangnya, namun tidak menembus tulang tengkoraknya.
Dalam video itu, Lana nampak sedang menjalani perawatan dokter. Dokter sampai-sampai menyebut kondisi yang dialami Lana adalah sebagai mukjizat.
"Ini benar-benar keajaiban. Peluru sudah menyentuh jaringan luar, namun tidak menembus ke dalam otaknya," ungkap seorang tenaga medis dalam video yang diunggah akun X @AlArabiya_Eng, Kamis (31/7/2025) malam.
18.592 Anak Palestina di Gaza Dibunuh Israel Sejak Oktober 2023
Apa yang dialami Lana kembali menyoroti derita anak-anak di Gaza yang menjadi korban dari genosida yang dilakukan Israel. Lana hanyalah satu dari ribuan anak yang harus hidup dalam bayang-bayang kekerasan dan kematian setiap harinya.
Dikutip dar Middle East Monitor, Jumat (1/8/2025), tentara Israel telah membunuh 18.592 anak Palestina di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, menurut data resmi Kementerian Kesehatan Gaza pada Kamis kemarin.
60 Ribu Lebih Warga Gaza Dibunuh Israel
Sementara itu, jumlah korban meninggal secara keseluruhan sejak Israel melancarkan perang genosida di Gaza Oktober 2023 lalu hingga Kamis kemarin tercatat mencapai 60.249 orang meninggal dunia. Sementara 147.089 orang terluka, 11.000 orang hilang.
Aksi keji Israel terhadap warga Palestina di Gaza tak hanya berupa serangan militer. Zionis juga membunuh warga Palestina di Gaza dengan menggunakan metode kelaparan.
Tentara Israel terus melakukan blokade yang mengakibatkan bantuan kemanusiaan ke Gaza tak bisa masuk. Akibatnya, warga Gaza dilanda kelaparan. Bahkan korban jiwa akibat kelaparan telah mencapai 100 orang lebih.