Musisi Inggris Melawan! Bentuk Aliansi Lawan Genosida Israel
Aliansi musisi di Inggris kecam genosida dan kekerasan Israel di Gaza.
Aksi genosida di Gaza membuat sejumlah musisi di Inggris geram. Sebagai bentuk perlawanan, mereka membuat aliansi yang bertujuan untuk melawan kekerasan di Gaza.
Dikutip dari Jerusalem Post, Senin (21/7) Grup musik trip hop asal Inggris, Massive Attack, membuat ajakan kepada para musisi pro-Palestina untuk secara terbuka menentang kekerasan militer Israel di Gaza, menurut situs musik Consequence of Sounds akhir pekan lalu.
Brian Eno, Kneecap, dan Fontaines D.C., merupakan sejumlah musisi yang secara vokal mendukung Palestina ikut bergabung dalam upaya ini.
Dalam sebuah unggahan di akun media sosial mereka, tujuan mereka bergabung adalah mendukung sesama musisi yang telah diancam dengan "upaya penyensoran" lantaran dianggap pro-Palestina.
"Keadaan di Gaza telah melampaui deskripsi. Kami menulis sebagai artis yang memilih untuk menggunakan platform publik kami untuk menentang genosida yang terjadi di sana dan peran pemerintah Inggris dalam memfasilitasinya," tulis via Instagram.
Mereka merasa prihatin dengan artis pendatang baru, karena berisiko diancam akan dibungkam atau kariernya dibatalkan oleh kelompok-kelompok pro-Israel seperti UK Lawyers for Israel.
Kutuk Keras Genosida di Gaza
Grup punk Fringe asal Inggris, Bob Vylan, menjadi grup terbaru yang dilaporkan oleh UK Lawyers for Israel (UK Lawyers for Israel) usai memimpin nyanyian "matilah IDF" selama penampilan mereka di Festival Glastonbury tahun ini.
Musisi tersebut dituduh sebagai subjek investigasi kriminal yang sedang berlangsung atas penampilan tersebut.
"Aksi kolektif ini sebenarnya bertujuan untuk menawarkan semacam solidaritas kepada para artis yang hidup sehari demi sehari dalam genosida di layar kaca, tetapi khawatir menggunakan platform mereka untuk mengekspresikan kengerian mereka karena tingkat penyensoran dalam industri mereka atau dari badan hukum eksternal yang sangat terorganisir, yang membuat mereka dan tim manajemen mereka ketakutan dengan tindakan hukum yang agresif. Tujuannya jelas dan nyata: untuk membungkam mereka," ujar Massive Attack kepada The Guardian.
Selain itu, Trio rap Irlandia Utara, Kneecap, juga menjadi target selanjutnya karena pesan pro-Palestina dan anti-Israel mereka di Coachella dan Glastonbury.