Seorang bocah laki-laki Palestina menangis histeris mengetahui sang Ayah meninggal dunia akibat serangan Israel ke pengungsian di Khan Younis, Gaza belum lama ini.
Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, bocah tersebut meratapi kepergian sang Ayah sembari memeluk sepatu milik Ayahnya.
Seperti dalam unggahan akun X @aldamu_jo, saat ia yang didampingi temannya, terus menjerit histeris sembari duduk di tengah kerumunan warga yang sama-sama melihat orang tersayangnya tewas di tangan Israel.
Momen mengharukan tersebut mendapat beragam reaksi dari netizen dalam kolom komentar unggahan.
"Saat anak-anak menangis, Tuhan juga ikut menangis," tulis akun @JuliNikolo91618
"Ini menyakitkan hatiku π bebaskan Palestina π΅πΈ πΊπΈ maaf π’ untuk ini semoga Tuhan menyertai kalian semua βοΈππ½.," tulis akun @KingPapa00
"Semoga Allah menolongmu, saudaraku Palestina.
Bebaskan Palestina," tulis akun @Mdfakruddinsha1
"Anak-anak ini akan membenci orang Israel seperti separuh dunia!! Karena orang Israel membuat kesalahan besar bertahun-tahun lalu dengan memilih pemerintahan radikal! Selamat Beruntung, Rakyat Israel..," tulis akun @husy369
Palestinian Boy holds the shoes of the killed father.
β Irlandarra (@aldamu_jo) July 17, 2025
Free Palestine π΅πΈ pic.twitter.com/Q6D1kPiBGc
Advertisement
Dikutip dari Anadolu, Jumat (18/7) selama seminggu terakhir ada sekitar 57.800 korban tewas dalam aksi genosida Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 menurut Kementerian Kesehatan Palestina pada Kamis (10/7) lalu.
Jumlah tersebut termasuk 82 jenazah telah dibawa ke rumah sakit dalam 24 jam terakhir, sementara 247 orang terluka, sehingga jumlah korban luka dalam serangan Israel menjadi 137.656.
βBanyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan, sementara tim penyelamat belum dapat menjangkau mereka,β tambahnya.
Kementerian mencatat bahwa sembilan warga Palestina tewas dan lebih dari 78 orang terluka saat mencoba mendapatkan bantuan kemanusiaan dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah total pencari bantuan yang tewas akibat tembakan Israel sejak 27 Mei menjadi 782 orang dan 5.179 lainnya terluka.