Bikin Rencana Pernikahan Orang Amburadul, Pemilik WO di Jaktim Kabur Bawa Uang Klien
Kantor WO tersebut diketahui sudah tutup dan keberadaan pemiliknya hingga kini belum diketahui.
Polisi tengah memburu pemilik wedding organizer (WO) berinisial RM (34) yang diduga menipu sejumlah pasangan pengantin di Jakarta Timur. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kantor WO tersebut diketahui sudah tutup dan keberadaan pemiliknya hingga kini belum diketahui.
Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo, mengatakan penyidik masih terus mencari keberadaan pelaku sambil mengumpulkan berbagai fakta dalam proses penyidikan.
“Pelaku berdasarkan penyidikan dan temuan dari penyidik saat ini sudah tidak ada di kantornya,” kata Andaru kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).
Berawal dari Laporan Pasangan Pengantin
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari calon pasangan pengantin yang viral di media sosial. Korban kemudian melapor ke Polres Metro Jakarta Timur karena merasa dirugikan setelah layanan pernikahan yang dijanjikan WO tidak kunjung terealisasi.
“Pasangan ini merasa ditipu karena yang dijanjikan oleh WO tidak terlaksana. Yang bersangkutan mengalami kerugian Rp 83 juta,” kata dia.
Tak hanya satu korban, polisi juga menerima informasi adanya pasangan lain yang mulai berdatangan untuk melapor setelah mengetahui kantor WO tersebut telah tutup.
“Ada dua pasangan lagi yang akan datang,” kata Andaru.
Menyikapi banyaknya laporan yang masuk, Polres Metro Jakarta Timur membuka posko pengaduan khusus bagi para korban.
“Silakan bagi para korban untuk melapor dan akan dilayani dengan maksimal,” ujarnya.
Promosi Lewat Media Sosial Berkedok Katering
Dari hasil pemeriksaan sementara, korban tertarik menggunakan jasa WO tersebut setelah melihat promosi di media sosial. Menurut Andaru, pelaku mengiklankan usahanya melalui akun media sosial dengan kedok layanan katering.
“Pelaku memposting kegiatannya, mengiklankan di sebuah akun media sosial dengan nama catering,” katanya.
Korban yang sedang mencari layanan pernikahan kemudian melakukan kesepakatan hingga menyetorkan uang dengan nominal puluhan juta rupiah. Nilai paket yang ditawarkan pun bervariasi.
“Berkisar antara Rp 70-80 juta. Ada satu korban sekitar Rp 50 juta,” ujar Andaru.
Polisi Periksa Saksi dan Dalami Dugaan Kasus Lama
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa enam orang saksi untuk mendalami kasus tersebut. Polisi juga berencana memanggil pihak penyedia gedung guna menelusuri komunikasi antara WO dan pengelola venue acara.
“Penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap penyedia gedung,” katanya.
Saat disinggung mengenai dugaan WO tersebut pernah terlibat kasus serupa pada 2021, Andaru mengatakan informasi itu masih dalam pendalaman penyidik.
“Masih kami dalami informasinya,” ujarnya.
Andaru menegaskan pihak yang saat ini diburu polisi adalah pemilik WO tersebut.
“Ya tentunya pemilik dari tempat bekerja itu tadi,” pungkas Andaru.