Beda dengan Pentagon, Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir
Pernyataan Trump tidak sejalan dengan informasi yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan AS.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran kemungkinan besar akan segera berakhir. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin sore, 9 Maret 2026, dari klub golfnya di Doral, Florida.
Dalam wawancara tersebut, Trump mengungkapkan bahwa kekuatan militer Iran telah sangat melemah akibat operasi militer yang dilakukan oleh AS.
"Saya pikir perang ini sudah sangat selesai, hampir sepenuhnya," ujar Trump.
"Iran tidak memiliki angkatan laut, tidak memiliki komunikasi, mereka tidak punya angkatan udara. Rudal mereka tinggal tersisa sedikit. Drone mereka dihancurkan di berbagai tempat, termasuk fasilitas produksi drone mereka," kata Trump.
Militer AS melaporkan bahwa mereka telah menyerang lebih dari 3.000 target militer Iran pada minggu pertama operasi tersebut. Trump juga menegaskan bahwa kemampuan militer Iran kini hampir tidak ada.
"Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun lagi. Tidak ada yang tersisa dalam arti militer," tambah Trump.
Pada malam sebelumnya, Iran mengumumkan bahwa Ayatullah Mojtaba Khamenei telah menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran. Ketika ditanya tentang pesan untuk pemimpin baru tersebut, Trump menjawab bahwa ia tidak memiliki pesan untuk Khamenei.
"Saya tidak punya pesan untuknya. Tidak sama sekali," tegas Trump, sambil menyebutkan bahwa ia memiliki sosok lain yang ia bayangkan untuk memimpin negara tersebut.
Sementara itu, aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz, yang merupakan jalur laut penting yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, dilaporkan hampir sepenuhnya terhenti. Trump menyatakan bahwa AS memiliki banyak opsi terkait situasi di selat tersebut dan memperingatkan Iran agar tidak menghalangi jalur pelayaran.
"Mereka sudah menembakkan semua yang mereka miliki dan mereka sebaiknya tidak mencoba hal yang aneh-aneh atau itu akan menjadi akhir dari negara tersebut. Jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, itu akan menjadi akhir Iran dan Anda tidak akan pernah mendengar nama itu lagi," ungkap Trump.
Ia juga menyatakan bahwa Selat Hormuz saat ini terbuka dan mengklaim bahwa kapal-kapal telah mulai memasuki selat tersebut, meskipun ia masih mempertimbangkan kemungkinan untuk mengambil alih kendali atas jalur laut tersebut.
Beda dengan Pentagon
Sebelumnya, Trump memperkirakan bahwa perang ini akan berlangsung sekitar satu bulan. Namun, pada hari Senin, ia mengungkapkan bahwa perkembangan operasi militer berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan.
"Kami jauh lebih cepat dari jadwal," tutur Trump kepada CBS News.
Pada sore hari yang sama ketika Trump menyatakan bahwa perang "hampir selesai", Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengunggah pesan di platform X yang berbunyi, "Kami baru saja mulai bertempur" dan "tanpa belas kasihan".
Sejauh ini, tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam pertempuran yang berlangsung.
Pada malam hari Senin, Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan untuk menghadiri prosesi pemindahan jenazah secara resmi bagi Sersan Angkatan Darat Amerika Serikat, Benjamin Pennington yang tewas akibat luka yang dideritanya dalam serangan yang terjadi pada 1 Maret di Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan perang tersebut segera berakhir, Trump menyatakan bahwa keputusan untuk mengakhirinya sepenuhnya berada di tangannya.
"Mengakhiri perang itu sepenuhnya ada di pikiran saya, bukan pada siapa pun," imbuhnya, menegaskan bahwa ia memiliki kendali penuh atas situasi ini.