Penjualan Turun, Pendapatan Ramayana Anjlok 14 Persen di Kuartal I-2026
Mengutip laporan keuangan RALS, penjualan barang beli putus turun menjadi Rp699,67 miliar dari Rp831,07 miliar pada kuartal I-2026.
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mencatat penurunan angka penjualan sekitar 14 persen secara tahunan (YoY) pada kuartal I-2026. Capaian itu membuat total pendapatan Ramayana turun 14 persen selama Januari-Maret 2026.
Mengutip laporan keuangan RALS yang diterbitkan Rabu (29/4), penjualan barang beli putus turun menjadi Rp699,67 miliar dari Rp831,07 miliar pada kuartal I-2026.
Komisi penjualan konsinyasi pun merosot dari Rp314,52 miliar pada kuartal I-2026 menjadi Rp285,49 miliar. Alhasil, total pendapatan Ramayana turun 14 persen secara year on year dari Rp1,14 triliun menjadi Rp985,16 miliar.
Di sisi lain, beban pokok penjualan barang beli putus turun dari Rp574,79 miliar pada kuartal I-2026 menjadi Rp463,56 miliar. Dengan catatan itu, laba bruto RALS turun 8,62 persen dari Rp570,81 miliar di kuartal I 2025 menjadi Rp 521,60 miliar di kuartal I 2026.
Laba Ramayana Anjlok
Ramayana pada triwulan pertama tahun ini juga mencatat penurunan beban penjualan Rp25,49 miliar dari Rp40,39 miliar. Senada, beban umum dan administrasi pun berkurang dari Rp325,26 miliar menjadi Rp305,20 miliar. Sementara pendapatan lainnya naik menjadi Rp36,16 miliar dari Rp35,73 miliar.
Sehingga, Ramayana mengantongi laba usaha senilai Rp217,09 miliar pada kuartal I 2026, turun 9,87 persen dibandingkan laporan kuartal I-2025 sebesar Rp240,88 miliar.
Dengan mempertimbangkan pendapatan keuangan, biaya keuangan, hingga beban pajak penghasilan, RALS mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp193,29 Miliar pada kuartal I 2026. Turun 11,28 persen dari Rp217,87 miliar pada kuartal I 2025.