Penjualan Turun pada 2025, Laba PT HM Sampoerna Tbk Susut Rp6,61 Triliun
Sepanjang 2025, penjualan HMSP tercatat Rp112,17 triliun, lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp117,88 triliun.
PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang bergerak di industri rokok mencatat penurunan kinerja keuangan selama tahun 2025. Laba tahun berjalan perusahaan turun tipis menjadi sekitar Rp6,61 triliun pada tahun 2025, sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp6,64 triliun.
Mengutip Keterbukaan Informasi BEI, Kamis (12/3), dalam laporan kinerja keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia, pelemahan laba tersebut terjadi seiring dengan turunnya pendapatan perusahaan.
Sepanjang 2025, penjualan HMSP tercatat sebesar Rp112,17 triliun, lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp117,88 triliun.
Meski pendapatan mengalami penurunan, laba kotor perusahaan justru menunjukkan peningkatan. Nilainya naik dari Rp18,53 triliun menjadi Rp20,61 triliun. Kenaikan ini terjadi karena penurunan beban pokok penjualan yang lebih besar dibandingkan penurunan nilai penjualan.
Pergerakan Aset dan Saham HMSP
Penurunan laba juga berdampak pada laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang turun tipis dari Rp6,64 triliun menjadi Rp6,60 triliun. Sementara itu, laba per saham dasar tetap berada di level Rp57 per saham.
Dari sisi neraca, total aset HMSP pada 2025 tercatat sebesar Rp51,56 triliun, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp54,29 triliun. Di sisi lain, jumlah kewajiban perusahaan juga ikut menurun, dari Rp25,93 triliun menjadi Rp23,21 triliun.
Menariknya, di tengah pelemahan kinerja keuangan, harga saham HMSP justru menunjukkan kinerja positif. Dalam satu tahun terakhir, saham perusahaan ini naik sekitar 51% hingga mencapai Rp795 per saham. Secara year to date (YTD), saham HMSP juga masih mencatat kenaikan lebih dari 7%.