Pendapatan Melonjak 203 Persen, Saham HOPE Tunjukkan Sinyal Positif
Direktur Utama PT Harapan Duta Pertiwi Tbk, Kevin Jong, mengungkapkan bahwa pendapatan neto perseroan melonjak signifikan sebesar 203 persen.
PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) mencatatkan perbaikan kinerja keuangan sepanjang periode hingga 1 September 2025, seiring penguatan fundamental dan peningkatan efisiensi operasional perusahaan.
Direktur Utama PT Harapan Duta Pertiwi Tbk, Kevin Jong, mengungkapkan bahwa pendapatan neto perseroan melonjak signifikan sebesar 203 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan adanya pemulihan penjualan di tengah kondisi industri yang masih menantang.
"Bisa dilihat bahwa 1 September 2025 pendapatan kita, pendapatan neto perseroan meningkat signifikan, naik 203 persen. Hal ini menunjukkan perbaikan penjualan dibanding dengan periode sebelumnya," kata Kevin dalam Public Expose Insidentil PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE), Senin (26/1).
Beban usaha perseroan
Di sisi lain, beban usaha perseroan hanya mengalami kenaikan sebesar 13 persen. Hal ini menunjukkan keberhasilan manajemen dalam melakukan pengendalian biaya operasional secara disiplin melalui berbagai langkah efisiensi.
Kevin Jong menegaskan bahwa upaya efisiensi menjadi fokus utama perseroan sepanjang 2025 untuk bertahan di tengah situasi yang belum sepenuhnya kondusif. Dampak dari strategi tersebut terlihat pada rasio beban usaha terhadap pendapatan yang membaik drastis, dari 90,6 persen pada 2024 menjadi 33,9 persen pada 2025.
Selain itu, rasio beban pokok terhadap pendapatan juga menunjukkan perbaikan seiring meningkatnya utilisasi kapasitas produksi. Meski perseroan masih membukukan rugi bersih, proporsi kerugian terhadap pendapatan turun dari 186,6 persen menjadi 80,5 persen, menandakan arah kinerja yang semakin positif,
"Jadi, beberapa hal tersebut bisa dilihat membantu, kita sudah bisa melihat membantu jalan menuju probabilitas. Jadi cahaya di ujung lorong sudah kelihatan," ujarnya.
Struktur Permodalan Dijaga Seimbang
Dari sisi struktur permodalan, PT Harapan Duta Pertiwi Tbk tetap menjaga keseimbangan antara liabilitas dan ekuitas. Per September 2025, rasio liabilitas terhadap ekuitas tercatat sebesar 1,01 kali, sedikit meningkat dibandingkan posisi Desember 2024 yang berada di level 0,8 kali. Kenaikan ini sejalan dengan penurunan ekuitas akibat rugi bersih yang masih terjadi.
Kevin Jong menegaskan bahwa manajemen tetap berkomitmen menjaga struktur permodalan agar tetap optimal. Perseroan memastikan seluruh kewajiban keuangan dipenuhi tepat waktu serta melakukan evaluasi berkala terhadap posisi keuangan untuk memitigasi risiko yang mungkin muncul.
"Kemudian perseroan juga kita berkomitmen jaga struktur permodalan tetap optimal, juga kewajiban-kewajiban kita penuhi, kita juga lakukan evaluasi berkala. Jadi, benar-benar tahun 2025 ini kita efisiensi dan tahun 2026 ini kita mau Gaspol," ujarnya.
Posisi Keuangan Stabil
Secara keseluruhan, posisi keuangan PT Harapan Duta Pertiwi Tbk dinilai masih stabil. Penurunan total aset yang terjadi terutama berasal dari aset lancar, seiring dengan penyelesaian dan penyerahan proyek karoseri kepada pelanggan.
Kondisi ini mencerminkan perputaran persediaan yang lebih baik serta peningkatan efisiensi pengelolaan modal kerja. Manajemen juga secara aktif mengoptimalkan tingkat persediaan guna menjaga risiko fluktuasi harga material dan menekan biaya penyimpanan.
"Ya posisi keuangan juga bisa dibilang stabil, penurunan total aset berasal dari aset lancar, yaitu Perseroan seiring dengan penyelesaian dan penyerahan proyek karuseri kepada pelanggan. Hal ini kita mencerminkan perputaran persediaan yang lebih baik dan peningkatan efisiensi pengolahan modal kerja," katanya.