Kisah Sukses Lipay Xia, Berawal dari Warnet Menuju Panggung Esports
Lahir di Tangerang pada 25 Agustus 2000, Lipay mulai mengenal budaya pop Jepang sejak akhir 2015.
Esports di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dan telah mengubah kehidupan banyak individu. Salah satu contohnya adalah Lipay Xia, yang dulunya tumbuh di sudut-sudut warnet dengan layar monitor yang menyala sepanjang malam. Kini, ia telah berhasil menjadi sosok terkenal di dunia esports Indonesia.
Lahir di Tangerang pada 25 Agustus 2000, Lipay mulai mengenal budaya pop Jepang sejak akhir 2015, terinspirasi oleh kakaknya. Kecintaannya pada karakter Roronoa Zoro dan Portgas D. Ace dari anime One Piece membuatnya mendalami lebih jauh, hingga akhirnya cosplay menjadi jalannya untuk mengekspresikan ketertarikan tersebut.
Namun, perjalanan Lipay tidaklah mudah. Sebelum dikenal luas di dunia cosplay dan esports, ia terlebih dahulu mencoba peruntungannya di industri hiburan mainstream. Pada tahun 2018, Lipay mengikuti audisi JKT48 dan berhasil mencapai 100 besar dari sekitar 1.000 pendaftar.
Pengalaman ini menjadi batu loncatan yang membangun kepercayaan dirinya. Ia belajar untuk tampil di depan publik, menghadapi sorotan, dan menerima penilaian dari orang lain. Setahun kemudian, namanya mulai dikenal di komunitas cosplay dengan meraih Juara Favorit di Predator League Cosplay Competition 2019 dan menduduki peringkat ketiga di Pemm'z Cosplay Competition 2019.
Pada tahun 2024, ia bahkan dipercaya untuk menjadi juri di Cosplay Mukashi Festival. "Setiap panggung itu melatih mental. Entah itu audisi, lomba cosplay, atau live streaming. Semua butuh keberanian untuk tampil apa adanya," ungkap Lipay saat ditemui pada Kamis, 19 Februari 2026.
Berawal dari Warnet
Jika cosplay menciptakan panggungnya, warnet menjadi tempat yang membangun ketahanan dirinya. Sejak masa SMK, Lipay sudah terbiasa menghabiskan waktu di warung internet untuk bermain game.
Bahkan setelah menyelesaikan pendidikan, ia sempat menghabiskan waktu sebulan penuh di warnet. Mungkin bagi sebagian orang, hal ini terdengar berlebihan. Namun, bagi Lipay, itu adalah bagian dari proses pencarian jati diri.
Kecintaannya pada permainan video ini membawa berkah yang tak terduga. Lipay mulai memasuki dunia kompetitif dan bergabung dengan divisi wanita di gim Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO).
Esports bagi Lipay bukan hanya sekadar hobi, melainkan sebuah peluang untuk meraih kesuksesan. "Dari warnet saya belajar konsistensi. Kalau mau jago, ya harus latihan terus. Tidak ada jalan pintas," tuturnya, menggambarkan dedikasinya yang tinggi dalam mengejar impian di dunia game.
Bergabunglah dengan Tim Esports Terkemuka
Perjalanan hidup Lipay mengalami perubahan signifikan pada tahun 2019 ketika ia menerima kontrak siaran dari sebuah platform live streaming. Tidak hanya sekadar bermain gim, Lipay juga merancang interaksi yang lebih menarik dengan penontonnya. Ia memperkenalkan format virtual girlfriend yang mengharuskan dirinya untuk bersikap spontan, empatik, dan mampu membaca suasana.
Format tersebut berhasil mempopulerkan namanya di kalangan penggemar esports. Pada tahun 2020, organisasi esports besar Rex Regum Qeon merekrutnya sebagai Exclusive Talent Streamer. Selama tiga tahun di sana, Lipay memperdalam teknik siarannya dan membangun komunitas yang setia.
“Live streaming itu bukan cuma soal main game. Kita membangun hubungan. Penonton datang bukan hanya untuk konten, tapi untuk merasa didengar,” ungkap Lipay.
Meskipun perjalanannya bersama RRQ berakhir di awal tahun 2023, kariernya tidak terhenti di situ. Pada tahun 2024, ia diangkat sebagai Brand Ambassador BFAUNNDATION (BFN Esports), yang menandai fase baru dalam perjalanan profesionalnya.
Dengan pengalaman dan keterampilan yang telah dibangunnya, Lipay siap menghadapi tantangan baru dalam dunia esports yang terus berkembang.