Bisakah Mars Diubah Jadi Layak Huni Seperti Bumi?
Pertanyaan itu sebetulnya sudah pernah dijawab oleh banyak ilmuwan. Namun masih banyak hal yang perlu dilakukan umat manusia.
Mungkinkah umat manusia benar-benar mengubah Mars menjadi dunia yang mendukung kehidupan seperti Bumi? Gagasan ambisius ini bukan lagi hanya bahan fiksi ilmiah.
Sebuah studi baru mengulas kembali kemungkinan itu. Konsepnya bernama terraforming Mars. Konsep ini pada dasarnya sudah lama memikat ilmuwan dan publik.
Namun, menurut Nina Lanza, ilmuwan planet di Los Alamos National Laboratory sekaligus salah satu penulis studi, belum ada evaluasi mendalam sejak 1991 tentang seberapa layak hal itu dilakukan.
“Tidak ada yang benar-benar membahas apakah realistis untuk melakukan terraforming Mars sejak 1991,” ujarnya dikutip DailyGalaxy, Senin (30/6).
Selama 30 tahun terakhir, ilmu planet, geoengineering, dan bioteknologi telah berkembang pesat. Para peneliti kini mengusulkan langkah-langkah untuk menaikkan suhu Mars dan menebalkan atmosfernya agar memungkinkan adanya air cair dan oksigen.
Salah satu usulan menarik adalah memanfaatkan mikroba hasil rekayasa genetika yang mampu berfotosintesis untuk secara perlahan menghasilkan oksigen. Seiring waktu, organisme ini bisa membangun atmosfer yang bisa dihirup dan memicu terciptanya ekosistem lebih kompleks.
Rencana Berani tapi Perlu Hati-Hati
Meski terdengar menjanjikan, para peneliti menekankan perlunya berhati-hati sebelum terburu-buru menerapkan ide ini. Mereka mengingatkan tentang kebutuhan praktis, risiko potensial, dan biaya yang sangat besar.
Penelitian saat ini berfokus pada cadangan air Mars, kadar karbon dioksida, dan kimia tanahnya untuk menilai apakah planet ini punya bahan mentah yang cukup untuk mendukung transformasi semacam itu.
Beberapa teknik geoengineering mungkin memang mampu meningkatkan suhu rata-rata Mars beberapa puluh derajat dalam beberapa dekade, tetapi banyak batasan fisik, kimia, dan biologis yang belum sepenuhnya dipahami.
Penulis studi menekankan perlunya riset lanjutan untuk menjelaskan batasan-batasan tersebut. Memahami apa yang benar-benar memungkinkan secara fisik dan biologis di Mars akan membantu menentukan strategi terbaik, sekaligus menilai apakah upaya mengubah Mars layak dilakukan dibanding menjaga kondisinya yang masih "liar" dan murni.
Untuk saat ini, para ilmuwan mengakui masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.