Apa yang Terjadi pada Bumi Jika Matahari Tiba-Tiba Menghilang, Ini Tahapan-Tahapan Kehancurannya

Akan terjadi beberapa tahap sebelum hal mengerikan terjadi.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Apa yang Terjadi pada Bumi Jika Matahari Tiba-Tiba Menghilang, Ini Tahapan-Tahapan Kehancurannya
Apa yang Terjadi pada Bumi Jika Matahari Tiba-Tiba Menghilang, Ini Tahapan-Tahapan Kehancurannya (Merdeka.com)

Matahari sudah menjadi sumber kehidupan utama bagi Bumi sejak planet ini terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu.

Tapi pernahkah terpikir, apa yang akan terjadi jika Matahari tiba-tiba menghilang? Jawabannya, dampaknya akan menghancurkan.

Mengutip LiveScience, Selasa (31/3/2026), akan terjadi beberapa tahap sebelum hal itu terjadi. Pertama, selama sekitar 8 menit, tidak ada yang berubah.

Hal ini karena cahaya Matahari membutuhkan waktu sekitar 8 menit 20 detik untuk sampai ke Bumi. Jadi, selama waktu itu, manusia masih melihat langit seperti biasa.

Namun setelah cahaya terakhir itu hilang, Bumi langsung gelap gulita. Tidak ada lagi siang dan malam.

Bulan pun ikut menghilang dari pandangan karena tidak lagi memantulkan cahaya Matahari. Hanya bintang-bintang jauh yang masih terlihat di langit.

Masalah besar berikutnya adalah hilangnya panas. Tanpa Matahari, suhu Bumi akan turun drastis.

Dalam dua hingga tiga hari, hampir seluruh permukaan Bumi akan membeku. Suhu bisa turun sekitar 20 derajat Celsius setiap hari di awal, sebelum akhirnya melambat.

Skema Seminggu Tak Ada Matahari

Dalam waktu seminggu, kolam-kolam kecil akan membeku. Danau dan laut butuh waktu lebih lama, bahkan bisa bertahan cair selama bertahun-tahun di bagian terdalam yang masih mendapat panas dari aktivitas vulkanik.

Selain suhu, kehidupan juga langsung terganggu. Tanaman tidak bisa lagi melakukan fotosintesis karena tidak ada cahaya.

Akibatnya, sumber makanan utama bagi manusia dan hewan akan hilang. Rantai makanan runtuh.

Sebagian tanaman mungkin bisa bertahan sementara, tetapi pada akhirnya akan mati. Hewan dan manusia pun akan kesulitan mendapatkan makanan.

Dalam kondisi ini, sebagian kecil manusia mungkin bisa bertahan hidup di bawah tanah dengan bantuan energi nuklir atau panas bumi, serta pertanian dengan lampu buatan.

Namun secara umum, ini akan menjadi peristiwa kepunahan besar.

Dari sisi gravitasi, hilangnya Matahari juga membuat Bumi kehilangan “pegangan” orbitnya. Planet ini akan melayang lurus ke luar angkasa mengikuti arah geraknya saat ini.

Ada Makhluk yang Bisa Bertahan

Meski begitu, ada beberapa makhluk yang mungkin bisa bertahan, seperti mikroorganisme di dasar laut yang hidup tanpa cahaya, serta tardigrade, hewan mikroskopis yang terkenal sangat tahan terhadap kondisi ekstrem.

Kabar baiknya, skenario ini hampir mustahil terjadi secara tiba-tiba. Matahari masih akan bersinar selama sekitar 5 miliar tahun lagi.

Namun pada akhirnya, Matahari akan membesar menjadi raksasa merah dan bisa menghancurkan planet-planet di sekitarnya, termasuk Bumi.

Bahkan sebelum itu, peningkatan panas Matahari diperkirakan akan menguapkan lautan Bumi dalam lebih dari satu miliar tahun ke depan.

Dengan demikian, Matahari bukan hanya sekadar sumber cahaya, tetapi fondasi utama kehidupan di Bumi. Tanpanya, kehidupan seperti yang kita kenal saat ini tidak akan bertahan lama.

Rekomendasi