Struktur Misterius Ditemukan, Terungkap Jadi Kunci Manusia Bisa Hidup di Bumi
Struktur ini diduga bukan sekadar batuan biasa, melainkan petunjuk penting yang menjelaskan bagaimana Bumi mampu menjadi planet layak huni.
Sebuah penemuan mengejutkan datang dari perut Bumi. Para ilmuwan mendeteksi adanya struktur raksasa misterius yang terletak jauh di kedalaman, tepatnya di pertemuan antara inti dan mantel Bumi.
Struktur ini dicurigai bukan sekadar bebatuan biasa, melainkan kunci jawaban mengapa Bumi bisa menjadi planet yang layak huni dan mendukung kehidupan berlimpah, berbeda dengan planet tetangga lainnya.
Penemuan ini berawal dari analisis gelombang seismik (gempa bumi) yang melambat saat melewati area tertentu di dasar mantel. Wilayah seukuran benua ini dikenal oleh para ahli geologi sebagai Large Low-Shear-Velocity Provinces (LLVP).
"Ini bukan keanehan acak. Ini adalah jejak sejarah awal Bumi," ujar penulis studi, Dr. Yoshinori Miyazaki dari Universitas Rutgers, dikutip dari iflscience.com.
Sisa Samudra Magma Purba
Selama bertahun-tahun, keberadaan LLVP menjadi teka-teki. Namun, studi terbaru yang diterbitkan di Nature Geoscience ini menawarkan teori yang dramatis.
Para peneliti menduga struktur ini adalah sisa-sisa dari "samudra magma" purba yang terbentuk saat Bumi masih sangat panas pasca-tumbukan yang menciptakan Bulan.
Model penelitian menunjukkan bahwa mantel Bumi seharusnya tercampur rata setelah mendingin. Namun, keberadaan LLVP membuktikan ada sesuatu yang "hilang" atau berbeda.
Para ilmuwan menduga ada kebocoran dari inti Bumi. Material seperti silikon, tungsten, dan magnesium bercampur ke dalam mantel, menciptakan komposisi kimia unik yang lebih kaya zat besi di struktur raksasa tersebut.
Menciptakan Atmosfer yang Stabil
Dr. Miyazaki dan rekannya berpendapat bahwa struktur misterius ini menciptakan titik-titik panas vulkanik, seperti yang terjadi di Hawaii. Aktivitas vulkanik inilah yang kemudian melepaskan material mantel dan zat-zat kimia penting ke lautan dan atmosfer.
Hal inilah yang diduga menjadi pembeda nasib Bumi dengan planet lain. "Bumi memiliki air, kehidupan, dan atmosfer yang relatif stabil," jelas Miyazaki, dikutip dari iflscience.com.
"Atmosfer Venus 100 kali lebih tebal daripada Bumi dan sebagian besar terdiri dari karbon dioksida, sementara Mars memiliki atmosfer yang sangat tipis. Kita belum sepenuhnya memahami alasannya," tambahnya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa cara Bumi mendingin dan berevolusi dari dalam, termasuk peran struktur LLVP tersebut, adalah faktor krusial yang menjaga atmosfer tetap stabil dan mendukung kehidupan hingga hari ini.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie