Begini Penampakan Sejumlah Planet Baru, Gambar Detailnya Bikin Takjub

Penemuan sejumlah planet baru ini adalah hasil terkini dari proyek exoALMA, sebuah kerjasama internasional yang menggunakan instrumen Atacama Large Millimeter.

Iskandar
Oleh Iskandar - Reporter
Begini Penampakan Sejumlah Planet Baru, Gambar Detailnya Bikin Takjub
Ilustrasi ini menunjukkan seperti apa exoplanet WASP-39 b, berdasarkan pemahaman kita saat ini tentang planet tersebut. (Dok.(NASA, ESA, CSA, J. Olmsted/STScI)) (© 2025 Liputan6.com)

Meskipun usia tata surya kita diperkirakan sekitar 4,6 miliar tahun, proses pembentukan sistem planet lainnya di alam semesta masih terus berlanjut.

Proses identifikasi dan studi tentang planet baru bukanlah hal yang mudah, namun berkat pengembangan teknik terbaru, tim riset internasional berhasil mendapatkan gambar-gambar paling jelas yang pernah ada dari piringan protoplanet di lebih dari belasan sistem 'bintang muda'.

Protoplanet merupakan massa padat yang terbentuk dari pusaran yang menyusut dalam cakram material yang mengelilingi Matahari. Massa ini kemudian berkembang menjadi planet dan bulan baru.

Temuan ini merupakan hasil terbaru dari proyek exoALMA, sebuah kolaborasi internasional yang memanfaatkan instrumen Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Chile untuk memindai langit.

Alih-alih mencari cahaya secara langsung dari sebuah planet, astronom menggunakan ALMA untuk mengidentifikasi dampak keberadaan calon planet baru terhadap lingkungan kosmik di sekitarnya.

"Ini seperti mencoba melihat ikan dengan mencari riak di kolam, daripada mencoba melihat ikannya secara langsung," jelas Christophe Pinte, salah satu pemimpin proyek di Monash University's Institute of Astrophysics and Planetology di Australia, seperti yang dikutip dari Popular Science, Selasa (6/5).

Pinte dan timnya secara khusus berfokus pada penyelarasan observasi planet yang diambil pada waktu yang berbeda, sambil menandai dan menghilangkan distorsi serta noise yang tidak diinginkan dalam gambar yang dihasilkan.

Mereka kemudian menggunakan metode ini pada kumpulan data besar yang dihasilkan oleh ALMA dari 15 sistem bintang muda untuk mengidentifikasi kemungkinan "hotspot" protoplanet.

Dengan hasil tersebut, penelitian sistematis pertama tentang struktur tiga dimensi dari berbagai piringan protoplanet dapat dilakukan. Piringan-piringan yang diteliti oleh tim ini berada pada jarak antara beberapa ratus hingga sekitar 1.000 tahun cahaya dari Bumi.

Petunjuk yang mengarahkan astronom ke lokasi-lokasi ini mencakup pusaran gas yang dipengaruhi oleh gravitasi planet-planet muda, serta adanya cincin dan celah debu yang terdapat dalam piringan tersebut.

Hasil survei ini memperlihatkan dengan jelas bahwa piringan protoplanet menciptakan lingkungan yang sangat dinamis, yang menghasilkan interaksi yang kompleks antara debu dan gas galaksi.

"Pendekatan baru yang telah kami kembangkan untuk mengumpulkan data dan gambar ini seperti beralih dari kacamata baca ke teropong berkekuatan tinggi," ungkap peneliti utama Richard Teague.

Ia menambahkan bahwa gambar-gambar tersebut menunjukkan tingkat detail yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam proses pembentukan planet.

Rekomendasi