5 Agustus Bakal Jadi Hari Terpendek Tahun Ini, Begini Penjelasannya
Mengapa kecepatan rotasi Bumi meningkat pada musim panas kali ini?
Jika Anda merasa belum mencapai semua target yang ditetapkan untuk musim panas tahun ini, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Hal ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa beberapa hari terakhir terasa lebih singkat dari biasanya -- secara harfiah. Sepanjang sebagian besar sejarah manusia, kita mengukur waktu berdasarkan pergerakan matahari, yaitu dari saat terbit hingga terbenamnya.
Namun, ketika dibandingkan dengan sistem jam atom yang sangat presisi yang kita gunakan saat ini, ditemukan bahwa panjang satu hari di Bumi sebenarnya bervariasi dalam skala milidetik. Hal ini dikutip dari laman scientificamerican pada Senin (4/8/2025). Musim panas ini, beberapa faktor menyebabkan hari-hari tertentu, termasuk 5 Agustus 2025, menjadi lebih singkat lebih dari satu milidetik dibandingkan dengan rata-rata puluhan tahun terakhir.
Meskipun perubahan ini sangat kecil dan tidak akan berdampak signifikan pada rutinitas kita sehari-hari, para ilmuwan di seluruh dunia sangat serius dalam memantau perubahan rotasi Bumi. Salah satu di antara mereka adalah Christian Bizouard, seorang astronom dari Paris Observatory yang juga menjabat sebagai ilmuwan utama di Earth Orientation Center milik International Earth Rotation and Reference Systems Service. "Ini fenomena kecil," ujarnya. "Tidak ada yang luar biasa." Namun, bagi sistem navigasi satelit seperti GPS, yang membutuhkan ketepatan posisi Bumi hingga tingkat meter, ketelitian waktu ini sangat penting.
Mengapa Rotasi Bumi Bisa Berubah?
Rotasi Bumi sebenarnya tidak selalu konstan. Seandainya Bumi adalah benda padat yang sempurna di ruang hampa, kecepatannya tidak akan berubah. Namun, kenyataannya, Bumi merupakan sistem yang kompleks dengan berbagai komponen yang saling memengaruhi, termasuk inti Bumi, atmosfer, dan juga Bulan.
Peran Inti Bumi
Di bawah lapisan kerak yang kita pijak, terdapat inti Bumi yang terdiri dari bagian cair dan padat. Inti ini tersusun dari logam cair seperti besi dan nikel yang terus bergerak dan menghasilkan medan magnet Bumi. Duncan Agnew, seorang ahli geofisika dari Scripps Institution of Oceanography, menjelaskan bahwa gerakan cairan logam di inti Bumi ini dapat memperlambat atau mempercepat rotasi planet. Dalam beberapa dekade terakhir, inti Bumi diketahui telah melambat, dan sebagai kompensasi, bagian luar Bumi justru berputar sedikit lebih cepat. Inilah salah satu alasan mengapa dalam beberapa tahun terakhir, hari-hari di Bumi menjadi sedikit lebih singkat, serta mengapa sejak tahun 2016 kita belum menambahkan "leap second" atau detik kabisat.
Cuaca panas di musim panas menciptakan suasana yang menyenangkan
Atmosfer memiliki peranan yang signifikan dalam menentukan kecepatan rotasi Bumi. Angin kencang yang dikenal sebagai jet stream, terutama di belahan bumi selatan, bergerak dari barat ke timur dan memengaruhi momentum rotasi planet kita. Pada musim panas di belahan bumi utara, jet stream biasanya melambat, yang menyebabkan rotasi Bumi menjadi sedikit lebih cepat untuk menyeimbangkan sistem. Oleh karena itu, hari-hari dengan rotasi tercepat sering terjadi pada bulan Juli dan Agustus, ketika musim panas mencapai puncaknya di belahan bumi utara.
Gaya Tarik Bulan
Selain itu, Bulan juga memberikan dampak jangka panjang terhadap rotasi Bumi. Tarikan gravitasinya menciptakan pasang surut di lautan, yang menghasilkan gesekan antara air laut dan dasar samudera. Meskipun gesekan ini sangat kecil, dampaknya secara bertahap memperlambat rotasi Bumi seiring berjalannya waktu. Namun, dalam skala mingguan, Bulan dapat sementara mempercepat rotasi Bumi. Hal ini disebabkan oleh orbit Bulan yang sedikit miring terhadap ekuator Bumi, sehingga tonjolan pasang surut, baik di air maupun di daratan, bergerak ke utara dan selatan mengikuti siklus orbit Bulan. Ketika massa tonjolan ini mendekati sumbu rotasi Bumi, kecepatan rotasi akan meningkat sedikit, mirip dengan seorang skater yang mempercepat putarannya dengan menarik lengannya ke dalam.
Hari-hari Tercepat di Tahun 2025
Gabungan dari semua faktor ini—inti Bumi, atmosfer, dan Bulan—membuat rotasi Bumi menjadi sebuah sistem yang sangat dinamis. Meskipun sulit untuk diprediksi dalam jangka panjang, para ilmuwan berusaha untuk membuat estimasi tahunan. Pada tahun ini, mereka memprediksi bahwa 5 Agustus 2025 akan menjadi hari terpendek, dengan durasi sekitar 1,5 milidetik lebih singkat dari 86.400 detik yang dianggap sebagai panjang satu hari standar. Selain itu, hari-hari lain yang diperkirakan akan mengalami hal serupa adalah 22 Juli dan mungkin 18 Agustus. Sebagai perbandingan, rekor hari tercepat dalam beberapa tahun terakhir terjadi pada 5 Juli 2024, ketika Bumi menyelesaikan rotasinya 1,66 milidetik lebih cepat dari biasanya.