Rasanya Unik, Ini Khasiat Manggis untuk Kesehatan Penunjang Imunitas Saat Musim Peralihan
Dalam situasi cuaca yang ekstrem, khasiat manggis untuk kesehatan tubuh.
Di Indonesia, buah manggis sering dijuluki sebagai "ratu buah" karena rasanya yang unik dan kandungan gizi yang sangat baik. Selain rasanya yang nikmat, berbagai penelitian ilmiah juga menunjukkan manfaat kesehatan dari manggis.
Buah ini dikenal memiliki sifat antioksidan yang kuat, mampu meningkatkan sistem imun, serta berpotensi dalam pencegahan kanker. Menurut Medical News Today, manggis (Garcinia mangostana) adalah buah tropis yang berasal dari Asia Tenggara, yang memiliki kulit ungu gelap dan daging buah berwarna putih manis. Manggis dapat dinikmati dalam berbagai bentuk, baik segar, jus, maupun sebagai obat tradisional. Salah satu kandungan penting dalam manggis adalah xanthone, yang dikenal sebagai salah satu antioksidan paling kuat dan jarang ditemukan pada buah lainnya.
Data dari USDA (2021) menunjukkan bahwa satu cangkir (196 gram) manggis kalengan mengandung sekitar 143 kalori serta berbagai vitamin penting seperti vitamin C, B1, B2, B9, dan mineral seperti tembaga, mangan, dan magnesium. Kandungan gizi yang melimpah ini menjadikan manggis sebagai salah satu buah yang sangat bernutrisi dan ideal untuk dikonsumsi secara teratur. Berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai manfaat manggis yang diambil dari berbagai sumber, Rabu (30/7).
Apa yang Dimaksud dengan Manggis dan Dari Mana Asalnya?
Manggis merupakan buah tropis yang memiliki kulit ungu dan daging putih yang manis serta segar. Buah ini tumbuh dengan baik di kawasan Asia Tenggara, termasuk negara-negara seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia.
Dalam pengobatan tradisional, manggis sering dimanfaatkan untuk meredakan peradangan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan menjaga kesehatan pencernaan.
Mengacu pada informasi dari Healthline, manggis tidak hanya nikmat tetapi juga kaya akan senyawa antioksidan yang kuat, seperti xanthone, serta mengandung vitamin dan serat yang penting. Kombinasi ini membuat manggis termasuk dalam kategori "superfood" berkat manfaat kesehatannya yang beragam. Bahkan, penelitian mengenai senyawa bioaktif dalam manggis telah dilakukan untuk memahami potensi manfaatnya dalam kesehatan modern, termasuk sifat antikanker dan antiinflamasi.
Data dari USDA (2021) menunjukkan bahwa manggis memiliki kandungan kalori yang rendah namun kaya akan serat, menjadikannya pilihan yang baik untuk diet sehat. Dalam satu cangkir manggis kalengan, terdapat sekitar 143 kalori dan 3,5 gram serat. Hal ini menjadikan manggis sebagai pilihan alami yang tepat untuk mendukung kesehatan sehari-hari. Dengan berbagai manfaat yang ditawarkannya, tidak heran jika manggis semakin populer di kalangan pencinta makanan sehat.
Manfaat buah manggis bagi kesehatan tubuh sangatlah beragam
Dijelaskan di laman resmi Healthline, manggis memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
1. Mengandung Nutrisi Penting
Buah manggis kaya akan berbagai vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh, seperti vitamin C, B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B9 (folat), mangan, tembaga, dan magnesium. Berdasarkan data dari USDA (2021), satu cangkir (196 gram) manggis kalengan mengandung sekitar 143 kalori, 3,5 gram serat, serta vitamin dan mineral penting yang berperan dalam pembentukan DNA, kontraksi otot, penyembuhan luka, dan mendukung fungsi sistem saraf serta kekebalan tubuh. Manggis tergolong rendah kalori, tetapi tetap menyediakan banyak nutrisi yang diperlukan (1Sumber Tepercaya). Satu porsi 1 cangkir (196 gram) manggis kalengan yang telah dikeringkan dan dikemas dalam sirup memiliki kandungan sebagai berikut:
- Kalori: 143
- Karbohidrat: 35 gram
- Serat: 3,5 gram
- Lemak: 1 gram
- Protein: 1 gram
- Vitamin C: 6% dari nilai harian (AKG)
- Vitamin B9 (folat): 15% dari AKG
- Vitamin B1 (tiamin): 9% dari AKG
- Vitamin B2 (riboflavin): 8% dari AKG
- Mangan: 9% dari AKG
- Tembaga: 15% dari AKG
- Magnesium: 6% dari AKG
Vitamin dan mineral yang terkandung dalam manggis sangat penting untuk mendukung berbagai fungsi tubuh, termasuk produksi DNA, kontraksi otot, penyembuhan luka, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan transmisi sinyal saraf (2Sumber Tepercaya, 3Sumber Tepercaya, 4Sumber Tepercaya, 5Sumber Tepercaya). Selain itu, satu cangkir (196 gram) buah ini juga memberikan hampir 12,5% dari asupan serat harian yang dianjurkan, yang sering kali kurang diperhatikan dalam pola makan masyarakat.
Khasiat manggis bagi kesehatan dan sistem imun
2. Sumber Antioksidan yang Kuat
Manggis terkenal karena mengandung xanthone, senyawa bioaktif yang memiliki sifat antioksidan yang sangat kuat. Senyawa xanthone ini berpotensi berfungsi sebagai antiinflamasi, antikanker, antidiabetes, dan juga memiliki efek anti-penuaan yang signifikan.
3. Potensi Mengurangi Peradangan
Kandungan xanthone dan serat dalam manggis dapat berperan dalam mengurangi respons inflamasi di dalam tubuh. Ekstrak dari buah manggis terbukti mampu menekan produksi senyawa yang memicu inflamasi dalam jaringan tubuh.
4. Efek Antikanker
Beberapa penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa xanthone dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker, termasuk kanker payudara, lambung, dan paru-paru. Meskipun hasil ini menjanjikan, penelitian lebih lanjut pada manusia masih sangat diperlukan untuk memastikan efektivitasnya.
5. Mendukung Penurunan Berat Badan
Mengonsumsi jus manggis dua kali sehari selama delapan minggu telah terbukti berhubungan dengan penurunan indeks massa tubuh (BMI). Efek positif ini kemungkinan besar berkaitan dengan sifat antiinflamasi dan kemampuan manggis dalam meningkatkan metabolisme lemak.
6. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah
Xanthone yang terdapat dalam manggis terbukti dapat menurunkan resistensi insulin, berdasarkan studi uji coba selama 26 minggu yang melibatkan wanita obesitas. Selain itu, serat yang terkandung dalam manggis juga berfungsi untuk menstabilkan kadar gula darah.
7. Menjaga Kesehatan Sistem Imun
Kombinasi vitamin C, serat, dan senyawa antibakteri dalam manggis dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Penelitian yang dilakukan oleh Kalman et al. menunjukkan peningkatan jumlah sel kekebalan tubuh setelah konsumsi suplemen berbasis manggis selama 30 hari.
Manfaat buah manggis bagi kesehatan
8. Merawat Kesehatan Kulit
Ekstrak manggis memiliki kemampuan untuk melindungi kulit dari paparan sinar UVB dan memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan. Dengan mengonsumsi 100 mg ekstrak manggis setiap hari, elastisitas kulit dapat meningkat secara signifikan.
9. Mendukung Kesehatan Jantung
Ekstrak manggis berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida, sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL). Hal ini menunjukkan potensi yang besar dalam menjaga kesehatan jantung.
10. Melindungi Kinerja Otak
Dalam penelitian pada hewan, ekstrak manggis terbukti memiliki efek antidepresan dan dapat melindungi dari kerusakan saraf yang disebabkan oleh peradangan. Meskipun hasil tersebut menjanjikan, penelitian pada manusia masih perlu diperluas.
11. Menjaga Kesehatan Saluran Pencernaan
Kandungan serat dalam manggis mencapai sekitar 14% dari kebutuhan harian yang disarankan per 1 cangkir buah. Ini sangat bermanfaat untuk menjaga fungsi sistem pencernaan dan mencegah terjadinya sembelit (USDA, 2021).
Manggis dan Musim Pancaroba: Apa Alasan Mengonsumsinya?
Musim pancaroba sering kali disebut sebagai "musim sakit" karena pada periode ini, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai infeksi. Menurut PIH Health (2021), perubahan suhu yang mendadak dapat mengurangi kadar vitamin D dan melatonin, yang berdampak pada penurunan sistem imun. Akibatnya, kita lebih mudah terjangkit flu, batuk, dan penyakit pernapasan lainnya. Selain itu, fluktuasi suhu yang tidak stabil juga memengaruhi hormon tiroid dan metabolisme, yang dapat menyebabkan kelelahan serta melemahnya daya tahan tubuh.
Manggis, yang kaya akan antioksidan, dapat berperan penting dalam menjaga kekuatan sistem imun selama masa transisi ini. Penelitian yang dilakukan oleh Pipin et al. (2022) menunjukkan bahwa musim pancaroba dapat meningkatkan risiko terkena penyakit seperti DBD, diare, dan infeksi kulit. Dalam artikel Why You're More Likely to Get Sick When the Seasons Change (PIH Health, 2021), dijelaskan bahwa perubahan cuaca yang mendadak dapat mengganggu ritme tubuh serta menurunkan kadar vitamin D dan melatonin akibat kurangnya paparan sinar matahari. Hal ini menyebabkan sistem imun menjadi lemah, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri, terutama saat virus pernapasan seperti influenza dan rhinovirus berkembang pesat di kondisi yang tidak terlalu dingin tetapi cukup sejuk di awal musim hujan atau panas.
Cuaca yang tidak stabil selama pancaroba menciptakan kondisi yang ideal bagi virus untuk menyebar lebih luas, yang mengakibatkan lonjakan kasus penyakit khas musim transisi. Oleh karena itu, konsumsi buah-buahan yang kaya nutrisi seperti manggis sangat dianjurkan untuk mendukung daya tahan tubuh kita selama musim yang rawan penyakit ini.
Sumber:
- USDA National Nutrient Database, 2021
- Medical News Today, "What to know about mangosteen"
- Healthline, "Mangosteen: Benefits, Nutrition, and Uses"
- Why You're More Likely to Get Sick When the Seasons Change (PIH Health, 2021)
- HealthShots, 2023
- Pipin et al., The Impact of Changing Season, 2022