Inovasi AI Universitas YARSI Bantu Dokter ICU Percepat Penanganan Pasien
Universitas YARSI serius mengembangkan inovasi AI untuk membantu dokter di ICU, mempercepat penanganan pasien dan diagnosis, serta mengatasi keterbatasan ahli medis di Indonesia.
Universitas YARSI menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan teknologi kesehatan melalui inovasi kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk mendukung kinerja dokter di ruang Unit Perawatan Intensif (ICU). Program AI ini bertujuan untuk mempercepat proses pengambilan keputusan medis, yang krusial bagi keselamatan pasien.
Pengembangan inovasi AI Universitas YARSI ini didukung oleh hibah signifikan dari berbagai sumber, termasuk dari Korea, Jepang, serta pendanaan dari dalam negeri. Rektor Universitas YARSI, Prof. Fasli Jalal, menegaskan keseriusan institusinya dalam proyek AI ini.
Kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh mahasiswa kedokteran YARSI ini akan memproses data vital pasien seperti darah dan pernapasan. Hasil analisis AI kemudian akan memberikan rekomendasi pilihan obat kepada dokter, membantu dalam penanganan medis yang lebih cepat dan tepat.
Fokus Pengembangan AI untuk Penanganan Pasien ICU
Program inovasi AI Universitas YARSI dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi kerja dokter di ICU. Sistem ini akan menganalisis data pasien secara komprehensif, termasuk hasil tes darah dan pola pernapasan, untuk menyajikan informasi yang relevan.
Setelah memproses data, AI akan menyarankan opsi pengobatan yang potensial kepada dokter. Meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan dokter, mekanisme ini secara signifikan akan mempercepat proses diskusi dan pengambilan keputusan medis.
Prof. Fasli Jalal menjelaskan bahwa dengan bantuan AI, dokter tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk berdebat mengenai penanganan pasien. Hal ini dapat memengaruhi tingkat keselamatan pasien secara positif, memastikan penanganan yang lebih cepat.
Universitas YARSI berupaya keras agar pasien yang menghadapi masalah kesehatan dapat terbantu dalam penanganan pengobatan melalui pemanfaatan AI. Dukungan finansial dari Korea, Jepang, dan sumber domestik menjadi pendorong utama keberlanjutan proyek ini.
Peran AI dalam Diagnosis Kelainan Genital Bayi Baru Lahir
Selain membantu di ICU, inovasi AI Universitas YARSI juga berperan penting dalam memantapkan diagnosis kondisi medis spesifik, seperti kelainan genital pada bayi baru lahir. AI ini membantu dokter dalam mengidentifikasi kelainan yang mungkin sulit dideteksi secara manual.
Prof. Fasli Jalal menyoroti urgensi keberadaan AI ini mengingat terbatasnya jumlah ahli urologi di Indonesia yang mampu mendiagnosis kelainan tersebut. Saat ini, jumlah ahli urologi di seluruh Tanah Air disebut belum sampai berjumlah 700 orang.
Mayoritas ahli urologi tersebut, sekitar dua pertiganya, terkonsentrasi di Pulau Jawa. Padahal, statistik menunjukkan bahwa satu dari 300 anak di Indonesia lahir dengan gangguan kelainan genital, menciptakan kesenjangan akses diagnosis yang signifikan.
Dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan dan pengetahuan kedokteran, Universitas YARSI bertekad untuk menjangkau anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki akses fasilitas diagnosis. Ini memastikan bahwa anak-anak dengan kelainan tersebut dapat menerima penanganan yang tepat tanpa teraniaya.
Sumber: AntaraNews