AI Pendorong Pertumbuhan Ekonomi: Pemerintah Optimistis Target 8 Persen Tercapai
Pemerintah menegaskan Artificial Intelligence (AI) menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional, menargetkan kenaikan signifikan hingga 8 persen dengan strategi baru. AI Pendorong Pertumbuhan Ekonomi akan menjadi kunci transformasi digital Indones
Pemerintah Indonesia menyoroti peran krusial Artificial Intelligence (AI) sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menyatakan bahwa sektor digital, dengan AI sebagai motor penggeraknya, mampu meningkatkan pertumbuhan negara lebih dari biasanya. Pernyataan ini disampaikan dalam Konferensi Pers Terkait Kick Off Asian-Oceanian Computing Industry Organization (ASOCIO) Digital Summit 2026 di Jakarta, Sabtu.
Indonesia sendiri optimis dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7-8 persen. Target ambisius ini akan direalisasikan melalui strategi new economic engine yang bertumpu pada tiga pilar utama. Pilar-pilar tersebut meliputi sektor digital dan AI, semikonduktor, serta bioteknologi, yang diharapkan menjadi tulang punggung ekonomi masa depan.
Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di kawasan ASEAN menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Tingkat penetrasi internet di Indonesia diperkirakan mencapai 80,66 persen atau sekitar 223 juta pengguna pada tahun 2025. Dengan potensi ekonomi digital ASEAN yang diprediksi melonjak dari 1 triliun dolar AS menjadi 2 triliun dolar AS pada tahun 2030, Indonesia bertekad menjadi produsen, bukan sekadar konsumen.
Strategi Nasional Menggenjot Pertumbuhan Ekonomi Digital
Pemerintah Indonesia telah merancang strategi komprehensif untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi digital. Strategi new economic engine yang diusung terdiri dari tiga pilar vital. Pilar-pilar tersebut adalah penguatan sektor digital dan AI, pengembangan industri semikonduktor, serta inovasi di bidang bioteknologi.
Ali Murtopo Simbolon menekankan pentingnya peran Indonesia sebagai pemain utama dalam ekonomi digital regional. Indonesia harus mampu bertransformasi dari sekadar pasar menjadi produsen teknologi dan inovasi. Hal ini sejalan dengan proyeksi ekonomi digital ASEAN yang akan mencapai 2 triliun dolar AS pada tahun 2030, di mana Indonesia diharapkan mengambil porsi signifikan.
Data menunjukkan bahwa penetrasi internet di Indonesia akan mencapai 80,66 persen dengan 223 juta pengguna pada tahun 2025. Angka ini menjadi modal besar bagi Indonesia untuk mengembangkan ekosistem digital yang kuat. Dengan infrastruktur yang memadai dan adopsi teknologi yang tinggi, target pertumbuhan ekonomi 7-8 persen dianggap realistis dan optimistis.
Implementasi AI di Berbagai Sektor Unggulan
Pemanfaatan AI tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi makro, tetapi juga telah merambah berbagai bidang strategis. Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan penggunaan interactive flat panel (IFP) atau smartboard sebagai bagian dari inisiatif “AI for education”. Inisiatif ini bertujuan untuk menyeragamkan pembelajaran dan meningkatkan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.
Di sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sangat aktif mendorong pengembangan dan aplikasi tools AI. Penggunaan AI di bidang kesehatan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan, akurasi diagnosis, dan inovasi dalam penanganan penyakit. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) juga turut mengadakan AI Open Innovation Challenge atau Hackathon. Program ini dirancang untuk mendukung inovasi generasi muda di bidang teknologi AI. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan muncul talenta-talenta baru yang mampu menciptakan solusi berbasis AI untuk berbagai tantangan nasional.
Peran Indonesia dalam Kolaborasi Digital Global
Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam kolaborasi digital global, salah satunya dengan menjadi tuan rumah ASOCIO Digital Summit 2026. Acara ini akan diselenggarakan pada 29-31 Juli 2026, mempertemukan perwakilan dari 24 negara anggota ASOCIO. Konferensi ini akan menjadi platform penting untuk membahas perkembangan dan masa depan AI di tingkat regional dan global.
Pemerintah Indonesia bertekad untuk mengoptimalkan pelaksanaan konferensi ini. Ali Murtopo Simbolon menyatakan bahwa ASOCIO Digital Summit 2026 harus menjadi fondasi kokoh dalam pembangunan AI di Indonesia ke depan. Melalui pertukaran ide dan pengalaman dengan negara-negara lain, Indonesia dapat mempercepat adopsi dan pengembangan teknologi AI yang relevan.
Partisipasi aktif Indonesia dalam forum internasional seperti ASOCIO Digital Summit menegaskan posisinya sebagai pemain kunci dalam lanskap digital global. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapabilitas AI domestik, tetapi juga membuka peluang investasi dan kemitraan strategis. Dengan demikian, target pertumbuhan ekonomi yang ambisius dapat tercapai melalui sinergi global.
Sumber: AntaraNews