Fakta Menarik: RSUP Prof Ngoerah Jajaki AI dan Robotik Kesehatan dengan China, Siap Kirim Dokter Belajar Operasi Urologi
RSUP Prof Ngoerah serius menjajaki kerja sama dengan rumah sakit di China untuk mempelajari teknologi AI dan robotik kesehatan, khususnya dalam operasi urologi. Akankah ini jadi terobosan baru?
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar, tengah aktif menjajaki potensi kerja sama dengan rumah sakit di China. Inisiatif ini berfokus pada studi dan adaptasi teknologi kecerdasan artifisial (AI) serta robotik dalam sektor layanan kesehatan. Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Prof Ngoerah, I Made Darmajaya, menyampaikan informasi penting ini di sela-sela forum internasional Asia Medical Week 2025.
Forum bergengsi tersebut diselenggarakan di Denpasar, Bali, yang bertindak sebagai tuan rumah, pada Jumat, 12 September. Darmajaya menjelaskan bahwa penjajakan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan medis di Indonesia. Pihak RSUP Prof Ngoerah sangat tertarik pada kemajuan teknologi yang telah dicapai oleh rumah sakit di China.
Salah satu fokus utama dari penjajakan ini adalah pengiriman dokter untuk belajar langsung di Zhongshan Hospital, China. "Kami tadi sudah menjajaki, bagaimana mengirim dokter kami ke Zhongshan Hospital, tinggal lihat nanti regulasinya seperti apa karena kami tertariknya di robotik," kata Darmajaya. Hal ini menunjukkan komitmen RSUP Prof Ngoerah untuk mengadopsi inovasi terkini dalam dunia kedokteran.
Potensi Kolaborasi AI dan Robotik dalam Layanan Kesehatan
Dalam forum Asia Medical Week 2025, sekitar 40 pimpinan rumah sakit se-Asia berdiskusi mengenai layanan kesehatan unggulan masing-masing. RSUP Prof Ngoerah melihat bahwa Indonesia saat ini sangat membutuhkan kemajuan dalam pemanfaatan teknologi AI dan robotik. Rumah sakit di China dinilai memiliki keunggulan signifikan dalam bidang ini, terutama dalam penggunaan teknologi untuk pelayanan kanker.
Darmajaya menyoroti keunggulan Zhongshan Hospital, yang memiliki pelayanan kanker berbasis AI yang sangat baik. "Zhongshan itu kan pelayanan kankernya yang bagus, dia semua pelayanan berbasis AI di sana, kita bukan berarti paling lemah, tapi kita tidak bisa memulai dari sangat bawah harus level ini supaya cepat mengikuti, kemudian pelayanan robotik juga, harus adaptasi," ujarnya.
Adaptasi dengan AI juga menjadi kebutuhan mendesak, sebab rumah sakit ingin mengaplikasikan kecerdasan artifisial dalam pelayanan. Contohnya, rumah sakit di Asia lainnya sudah mampu membaca hasil rontgen dengan AI, yang kemudian hanya perlu diklarifikasi oleh dokter. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi diagnosis medis secara signifikan.
Fokus Pengembangan Robotik untuk Operasi Urologi
Apabila kerja sama ini segera mendapat persetujuan dari pemerintah, RSUP Prof Ngoerah berpotensi mengirimkan dokternya untuk belajar atau melakukan penelitian. Layanan yang paling memungkinkan untuk dikembangkan adalah robotik di bidang operasi saluran kencing urologi. Ini merupakan langkah maju dalam teknik bedah minimal invasif.
Rumah sakit juga memastikan bahwa sumber daya manusia yang akan mempelajari teknologi ini adalah mereka yang memiliki keahlian relevan. Saat ini, RSUP Prof Ngoerah telah memiliki dua dokter urologi bersertifikat yang siap menggunakan teknologi robotik. Ketersediaan SDM yang berkualitas menjadi modal penting dalam implementasi inovasi ini.
Darmajaya optimistis bahwa operasi dengan robotik dapat dimulai pada tahun depan. "Mudah-mudahan tidak ada halangan tahun depan mungkin sudah akan mulai menjajaki operasi dengan robotik, tinggal menunggu lampu hijau dari Kemenkes. Tapi saya yakin, karena Kemenkes mendorong kita untuk berlomba-lomba mengembangkan teknik operasi yang terbaru seperti robotik yang sudah tren," katanya, menunjukkan dukungan dari Kementerian Kesehatan.
Bali sebagai Tuan Rumah dan Peluang Kolaborasi Internasional
Sebagai tuan rumah Asia Medical Week 2025, Bali tidak ingin ketinggalan dalam memperkenalkan layanan unggulannya. RSUP Prof Ngoerah memilih untuk mengenalkan layanan eksekutif terbarunya kepada para delegasi internasional. Ini adalah kesempatan emas untuk mempromosikan fasilitas dan keahlian medis yang dimiliki.
Para delegasi diajak berkeliling di gedung baru RSUP Prof Ngoerah yang kini dilengkapi dengan layanan eksekutif ibu dan anak, serta gedung estetika yang baru saja diresmikan oleh Presiden. Selain itu, layanan bedah tulang juga menjadi salah satu keunggulan yang diperkenalkan. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi dengan rumah sakit lain yang memiliki keunggulan masing-masing.
Forum internasional ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga platform untuk menjalin kemitraan strategis. Dengan memperkenalkan fasilitas dan layanan unggulan, RSUP Prof Ngoerah berharap dapat menarik minat rumah sakit lain untuk berkolaborasi. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan standar pelayanan kesehatan di Indonesia melalui pertukaran pengetahuan dan teknologi.
Sumber: AntaraNews