Kisah Inspiratif! Dua Siswa SMA Ciptakan AI Pelestari Batik Kalimantan, Jadi Bukti Keunggulan Program Sekolah Garuda
Inovasi PINTAR oleh siswa SMAN 10 Samarinda, Diego dan Jundi, memadukan AI untuk melestarikan batik Kalimantan. Kisah mereka menjadi cerminan keberhasilan program Sekolah Garuda yang mencetak talenta unggul.
Dua siswa berprestasi dari SMA Negeri 10 Samarinda, Diego Prayata Fatikh Moulyandri dan Jundi Satria Badar, telah menciptakan inovasi digital yang memukau. Mereka mengembangkan aplikasi PINTAR, sebuah platform cerdas yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dengan misi pelestarian warisan budaya kriya khas Kalimantan.
Proyek ini lahir dari kesadaran mendalam akan tantangan pelestarian budaya di tengah arus digitalisasi yang masif. PINTAR hadir sebagai solusi modern untuk mendokumentasikan serta memperkenalkan motif batik Kalimantan kepada khalayak luas, menjembatani teknologi mutakhir dengan kekayaan leluhur.
Inovasi brilian ini secara tidak langsung menegaskan potensi besar generasi muda Kalimantan Timur, sekaligus menjadi bukti nyata kesiapan SMAN 10 Samarinda sebagai salah satu titik transformasi dalam program nasional Sekolah Garuda yang baru saja diluncurkan.
Inovasi PINTAR: AI untuk Pelestarian Budaya Lokal
Proyek PINTAR berawal dari kegelisahan akan minimnya representasi budaya lokal di ruang digital, khususnya motif batik khas Kalimantan. Diego dan Jundi melihat peningkatan akses internet sebagai peluang emas untuk edukasi massal, bukan ancaman terhadap warisan leluhur.
Inti dari aplikasi PINTAR yang dapat diakses melalui inforhebat.my.id adalah model kecerdasan buatan yang dibangun menggunakan TensorFlow dengan arsitektur Convolutional Neural Networks (CNN). Teknologi ini sangat efektif untuk tugas pengenalan gambar, memungkinkan sistem mengidentifikasi motif batik secara akurat.
"Prosesnya sistematis, dimulai dari pengumpulan dan pelabelan data gambar batik, pra-pemrosesan untuk optimalisasi, hingga pelatihan dan evaluasi model AI," ungkap Jundi, menjelaskan tahapan pengembangan inovasi tersebut. Pengujian menunjukkan peningkatan akurasi deteksi yang substansial, dari 0,374 menjadi 0,487, berkat teknik augmentasi data.
Platform PINTAR dirancang interaktif, memungkinkan pengguna mencari motif kain khas Kalimantan melalui kata kunci atau mengunggah foto langsung. Sistem AI kemudian menganalisis gambar dan menyajikan informasi edukatif relevan. PINTAR juga mengadopsi pendekatan crowdsourcing, di mana pengguna dapat berkontribusi mengunggah motif baru yang akan divalidasi admin, menjadikannya arsip digital yang terus berkembang.
SMAN 10 Samarinda: Bibit Unggul Program Sekolah Garuda
Pada Rabu, 8 Oktober 2025, SMA Negeri 10 Samarinda mencatat sejarah baru dengan diresmikannya sebagai salah satu dari 12 Sekolah Garuda Transformasi di Indonesia. Peresmian ini dihadiri langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, menandai signifikansi nasional program tersebut.
Dalam pidatonya, Gus Ipul menekankan pentingnya peran siswa sebagai pelopor perubahan. "Jadilah generasi yang berani bermimpi dan bekerja keras. Belajarlah bukan sekadar untuk diri sendiri, tapi untuk mengangkat bangsa. Jadikan ilmu sebagai cahaya dan karakter sebagai arah," pesannya kepada para siswa.
Peluncuran di Samarinda merupakan bagian dari gerakan nasional yang lebih besar, mengimplementasikan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Program Sekolah Garuda diluncurkan serentak di 16 titik, dengan dua skema utama: 12 Sekolah Garuda Transformasi untuk sekolah unggulan dan empat Sekolah Garuda Baru di wilayah akses terbatas.
Kehadiran Gus Ipul dalam peresmian ini menggarisbawahi bahwa program Sekolah Garuda bukan hanya tentang peningkatan mutu akademik. Ini juga merupakan instrumen keadilan sosial dan pemerataan kesempatan, memastikan talenta terbaik dari berbagai latar belakang mendapatkan akses pendidikan kelas dunia, termasuk dari Kalimantan.
Visi Kalimantan Timur Mendunia Melalui Pendidikan
Penunjukan SMAN 10 Samarinda sebagai Sekolah Garuda Transformasi menjadi kehormatan sekaligus tantangan bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, menegaskan bahwa ini adalah momentum untuk lompatan besar dalam paradigma pendidikan.
Paradigma baru yang diusung oleh Sekolah Garuda berorientasi global, mempersiapkan siswa untuk bersaing dan diterima di universitas-universitas terbaik dunia. Ini merupakan perubahan dari pola pikir domestik menjadi global, dengan harapan lulusan Kaltim menjadi pemain di panggung internasional.
Komitmen Pemprov Kaltim diwujudkan melalui langkah konkret, termasuk peningkatan fasilitas SMAN 10 Samarinda sesuai standar internasional, seperti ruang kelas ber-AC dan papan tulis interaktif. Pemerintah pusat juga mendukung dengan pelatihan gratis bagi guru, sementara daerah mendorong implementasi kelas dwibahasa.
Armin juga mengumumkan rencana untuk mengusulkan dua sekolah lagi di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara menjadi Sekolah Garuda Transformasi. "Langkah ekspansi ini merupakan tekad kami untuk memposisikan Kaltim sebagai bagian pusat keunggulan pendidikan di Indonesia," tuturnya. Ini juga strategis dalam konteks Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk membangun fondasi SDM berkualitas.
Sekolah Garuda: Pilar Mewujudkan Generasi Emas 2045
Program Sekolah Garuda adalah terobosan strategis yang dirancang untuk mengakselerasi lahirnya talenta unggul nasional. Inisiatif ini dijalankan melalui dua pendekatan utama: pembangunan Sekolah Garuda Baru di wilayah akses terbatas dan penguatan Sekolah Garuda Transformasi bagi sekolah berprestasi.
Tujuan akhir dari kedua skema ini adalah membentuk generasi masa depan Indonesia yang memiliki kompetensi global dan karakter kebangsaan yang kokoh. Program ini tidak hanya mencetak siswa brilian secara akademis, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk bersaing di kampus-kampus global.
Secara eksplisit, Sekolah Garuda diposisikan sebagai salah satu mesin penggerak utama untuk mencapai visi nasional "Indonesia Emas 2045". Visi ini membutuhkan sumber daya manusia yang inovatif, unggul, dan berdaya saing global dalam jumlah besar.
Sekolah Garuda dirancang sebagai kawah candradimuka yang akan menghasilkan para ilmuwan, teknokrat, dan pemimpin yang menjadi tulang punggung bagi terwujudnya visi besar tersebut. Inovasi seperti yang dilakukan Diego dan Jundi adalah manifestasi nyata dari filosofi Garuda, menjunjung kearifan lokal ke panggung dunia.
Sumber: AntaraNews