Unpatti Latih Guru SMA/SMK di Maluku Barat Daya Tingkatkan Kualitas Pendidikan Berbasis AI
Universitas Pattimura (Unpatti) membekali guru SMA/SMK di MBD dengan keterampilan Pendidikan Berbasis AI melalui pelatihan inovatif, memastikan mereka siap menghadapi transformasi digital dan menciptakan pembelajaran yang menarik.
Ambon, 10 November — Universitas Pattimura (Unpatti) menunjukkan komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan di Maluku. Kampus ini baru saja menggelar pelatihan intensif bagi para guru SMA dan SMK di Maluku Barat Daya (MBD). Pelatihan ini berfokus pada penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam proses belajar mengajar.
Inisiatif strategis ini bertujuan untuk membekali tenaga pendidik dengan keterampilan digital yang relevan. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu menciptakan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan kompetitif di era digital. Kegiatan ini merupakan langkah nyata Unpatti dalam mendukung transformasi pendidikan di daerah terpencil.
Rektor Unpatti, Prof. Freddy Leiwakabessy, menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari upaya kampus. Pelatihan ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh program studi PSDKU Unpatti MBD, yaitu Pendidikan Matematika dan Peternakan.
Komitmen Unpatti Hadapi Transformasi Digital Pendidikan
Unpatti secara konsisten menunjukkan dedikasinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku. Pelatihan pendidikan berbasis AI ini menjadi bukti nyata keseriusan kampus dalam menghadapi tantangan zaman. Tujuannya adalah memastikan guru-guru di daerah memiliki akses terhadap teknologi terkini.
Prof. Freddy Leiwakabessy, Rektor Unpatti, menekankan urgensi penguasaan AI bagi para pendidik. Beliau menyatakan, "Kemampuan memanfaatkan AI dalam proses belajar-mengajar bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Guru harus dibekali dengan keterampilan digital yang relevan agar mampu menciptakan pembelajaran inovatif dan kompetitif." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya adaptasi teknologi.
Inisiatif ini dirancang untuk membekali guru dengan perangkat digital modern yang dapat memperkaya metode pembelajaran di kelas. Dengan demikian, proses belajar mengajar tidak hanya menjadi lebih efektif, tetapi juga lebih menarik bagi siswa. Pelatihan ini diharapkan menjadi jembatan antara teknologi dan praktik pengajaran.
Mengintegrasikan AI Melalui Platform Inovatif dalam Pembelajaran
Pelatihan ini memperkenalkan berbagai platform berbasis AI yang dapat diimplementasikan langsung oleh guru. Tim Unpatti secara khusus menyoroti aplikasi seperti Gimkit, Canva, dan media edukasi FarmQuest. Alat-alat ini dirancang untuk mempermudah guru dalam menciptakan materi pembelajaran yang interaktif dan relevan.
Para peserta pelatihan mendapatkan pengenalan mendalam serta praktik langsung penggunaan Gimkit. Aplikasi evaluasi berbasis permainan ini didukung oleh AI untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Sesi ini dipandu oleh Michael Inuhan dan mendapatkan respons yang sangat positif dari para guru.
Selain Gimkit, penggunaan Canva berbasis AI juga menjadi fokus utama pelatihan. Guru diajarkan mulai dari fitur dasar hingga pemanfaatan template yang dapat disesuaikan dengan berbagai mata pelajaran. FarmQuest, sebuah media pembelajaran berbentuk permainan, juga dibagikan templatenya untuk dimodifikasi oleh peserta, mendorong kreativitas dalam pendidikan berbasis AI.
Antusiasme tinggi terlihat saat guru-guru mencoba memodifikasi template FarmQuest melalui Canva dan memainkan media tersebut. Suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan tercipta, menunjukkan potensi besar teknologi ini. Integrasi AI diharapkan dapat memantik minat belajar siswa secara signifikan.
Memperluas Akses Teknologi untuk Pendidikan Berbasis AI Inklusif
Prof. Freddy Leiwakabessy menegaskan bahwa program serupa akan terus diperluas di masa mendatang. Hal ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Unpatti untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Maluku. Komitmen ini mencerminkan visi kampus untuk pemerataan akses teknologi.
Tujuan utama dari perluasan program ini adalah memastikan semua guru di daerah memiliki akses dan kemampuan. Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi terkini agar pembelajaran menjadi lebih inklusif, kreatif, dan adaptif. Ini adalah langkah krusial dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis AI yang merata.
Dengan demikian, Unpatti berharap dapat menciptakan generasi pendidik yang siap menghadapi tantangan global. Mereka akan mampu membimbing siswa menuju masa depan yang semakin didominasi oleh teknologi. Inisiatif ini adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan pendidikan di wilayah tersebut.
Sumber: AntaraNews