Disdikbud Kaltim Latih 817 Pendidik untuk Pengajaran Kreatif Digital
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) melatih 817 pendidik SMA, SMK, dan SLB se-provinsi untuk mewujudkan pengajaran kreatif digital yang inovatif dan efektif.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) baru saja menyelesaikan pelatihan peningkatan kapasitas bagi ratusan pendidik. Sebanyak 817 guru dari jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Kaltim mengikuti Pelatihan Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini. Kegiatan ini diselenggarakan di Samarinda dengan tujuan utama mewujudkan pengajaran kreatif secara digital.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan kompetensi dalam menyajikan materi pembelajaran menggunakan teknologi. Dengan demikian, diharapkan peserta didik akan lebih mudah memahami pelajaran yang disampaikan. Inisiatif ini sejalan dengan program digitalisasi pembelajaran nasional yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Muchamad Awaludin, Kepala UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Disdikbud Kaltim, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat penting. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengintegrasikan teknologi dan konten digital. Tujuannya adalah meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di era digital saat ini.
Digitalisasi Pembelajaran dan Peningkatan Kompetensi Guru
Pelatihan pembelajaran berbasis TIK yang diselenggarakan oleh Disdikbud Kaltim ini merupakan langkah konkret. Program ini selaras dengan visi digitalisasi pembelajaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Fokus utama program nasional ini adalah integrasi teknologi dalam proses belajar mengajar.
Selain itu, program ini juga menekankan pengembangan konten digital yang relevan dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Dengan demikian, guru-guru di Kaltim diharapkan mampu beradaptasi dengan metode pengajaran modern. Mereka juga dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.
Muchamad Awaludin menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi ini krusial. Guru-guru perlu menguasai teknologi agar dapat menyajikan materi secara inovatif. Hal ini akan membuat peserta didik lebih antusias dan mudah menyerap informasi.
Peran Teknologi Interaktif dan Dukungan Pemerintah Daerah
Salah satu upaya transformasi ekosistem belajar masa kini adalah penyediaan sarana papan tulis digital interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP). Teknologi antarmuka ini sangat ditekankan ketersediaannya. Terutama bagi satuan pendidikan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Kehadiran IFP bertujuan menciptakan sistem ruang kelas yang inklusif dan modern. Fasilitas ini memungkinkan interaksi yang lebih dinamis antara guru dan siswa. Ini juga mendukung berbagai format pembelajaran digital.
Sebagai bentuk dukungan kebijakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim telah menyalurkan bantuan IFP. Penyaluran ini dilakukan sepanjang tahun anggaran 2023 hingga 2024. Bantuan tersebut diberikan kepada sejumlah sekolah negeri yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Kaltim.
Sinergi Program dan Kualitas Pengajaran
Awaludin menekankan pentingnya sinergi antara program pusat dan daerah. Sinergi ini vital agar para guru mampu meracik materi berbasis TIK dengan maksimal. Kolaborasi ini memastikan bahwa upaya digitalisasi pembelajaran berjalan efektif dan merata.
Untuk memastikan kualitas pengajaran yang optimal, pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli. Nur Maulana Malik dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen RI menjadi salah satu pembicara. Selain itu, hadir pula Guru Pejuang Digital Muhammad Yahya.
Disdikbud Kaltim secara aktif mengarahkan para pendidik untuk memaksimalkan ruang digital. Tujuannya adalah memberikan penyajian pembelajaran yang seru dan inovatif bagi para pelajar. Hal ini diharapkan menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan efektif di era modern.
Sumber: AntaraNews