Viral Brimob Catcalling Perempuan di Jaksel, Propam Turun Tangan Ungkap Motif Cuma Iseng
Viral seorang perempuan kesal karena mendapat perlakuan tak senonoh dari salah satu personel Brimob. Ia menerima catcalling. Padahal pakaiannya tidak terbuka.
Seorang anggota Brimob menjadi viral. Akibat ulahnya catcalling seorang perempuan yang tengah melintas di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Propam Polda Metro Jaya turun tangan. Periksa si personel Brimob. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkap hasil pemeriksaan Propam.
"Keterangan yang bersangkutan sejauh ini karena iseng," kata dia kepada wartawan, Senin (3/11).
Meski begitu, Budi menegaskan proses pemeriksaan internal masih berjalan. Oknum Brimob tersebut kini berada dalam pengawasan Propam untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Ini dalam proses oleh pengawasan internal dalam hal ini Propam," ucap dia.
Dia mengatakan, proses pemeriksaan belum rampung lantaran masih ada beberapa saksi yang belum dapat hadir untuk memberikan keterangan.
"Pemeriksaan masih berjalan, termasuk saksi-saksi untuk nanti sebagai dasar pemberian sanksi," ucap dia.
Minta Maaf di Lokasi
Sebelumnya, seorang anggota polisi berseragam diduga melakukan catcalling kepada seorang perempuan yang tengah melintas di trotoar kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Aksinya sempat direkam langsung oleh korban dan viral di media sosial.
Dalam rekaman, tampak si korban besar kepada seorang polisi yang diduga melontarkan godaan. Dengan nada kesal, ia menantang sang polisi untuk mendekat.
"Sini loh, sini," kata korban dalam rekaman video, dikutip Rabu (29/10).
Polisi itupun tak bisa berkutik. Sambil, menyampaikan permohonan maaf, ia terus berjalan.
"Maapin, Mbak, maapin," ucap si polisi.
Kesal Karena Polisi yang Menggoda
Perempuan itu semakin kesal. "Polisi loh kalian godain cewek. Gila lu ya," timpal si perempuan
Dalam penjelasannya, si perempuan mengaku sering berjalan kaki setiap pulang pilates. Namun hari itu, di jalur yang sama, ada sejumlah polisi berjaga. Salah satunya diduga melontarkan godaan.
"Dan emang sering banget di-catcall. Dan aku kayak yaudahlah ya," ucap dia
Korban mengaku tak habis pikir bagaimana masyarakat bisa merasa aman jika polisi yang seharusnya melindungi malah melakukan tindakan yang tak pantas.
"Gimana kita bisa merasa aman. Kalau misalkan polisinya saja kayak gini kelakuannya. Dan lihat nih pakaian aku ya. Ini pakaian yang sangat-sangat tertutup. Sangat-sangat tidak ada lekukan, tidak ada godaan apa-apa. Saya enggak dandan hari ini. Saya bener-bener enggak habis pikir," ujar si korban.
Diatensi Kapolda Metro
Kasus ini langsung mendapat perhatian dari Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Dia mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk menindaklanjuti insiden tersebut.
"Saya sudah minta kabid propam untuk dalami dan tindak lanjuti berita tersebut," kata Asep dalam keterangannya, Rabu (28/10).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi menambahkan, oknum polisi yang terekam dalam video sudah mendapat sanksi.
"Yang bersangkutan telah diberi tindakan displin oleh Provost Satuan Brimob Polda Metro Jaya," ucap dia.
Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Pol Radjo Alriadi Harahap menegaskan proses pemeriksaan masih berlangsung.
"Iya masih didalami pemeriksaannya," singkat dia.