Jembatan Lolayan Rampung, Kodam XIII/Merdeka Perkuat Ekonomi Warga Bolaang Mongondow
Pembangunan Jembatan Beton Garuda di Desa Lolayan, Bolaang Mongondow, rampung dikerjakan Kodim 1303/Bolmong bersama warga. Jembatan Lolayan ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.
Kodim 1303/Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, telah merampungkan pembangunan Jembatan Beton Garuda di Desa Lolayan, Kecamatan Lolayan. Proyek ini merupakan bagian dari upaya Kodam XIII/Merdeka untuk memperkuat perekonomian warga setempat. Jembatan ini menjadi akses vital bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari.
Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, menyatakan bahwa pembangunan jembatan tersebut memiliki peran penting. Jembatan berukuran 6 x 2 meter ini berfungsi sebagai penghubung utama antara pemukiman warga dan area perkebunan Desa Lolayan. Sebelumnya, keterbatasan akses menjadi kendala utama bagi masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian mereka.
Dengan rampungnya Jembatan Lolayan ini, diharapkan mobilitas warga akan meningkat secara signifikan. Peningkatan mobilitas ini diharapkan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Lolayan. Pembangunan ini juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong royong.
Akses Vital Pendorong Ekonomi Desa
Kehadiran Jembatan Beton Garuda di Desa Lolayan kini membuka babak baru bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Jembatan ini secara langsung melancarkan distribusi hasil pertanian yang selama ini terhambat oleh kondisi akses jalan. Para petani dapat lebih mudah dan cepat mengangkut komoditas mereka ke pasar.
Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, menekankan bahwa proyek ini adalah upaya nyata melancarkan perekonomian lokal. Kemudahan akses ini tidak hanya mempercepat distribusi, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai jual produk pertanian. Hal ini akan berdampak positif pada pendapatan keluarga petani di Desa Lolayan.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antara personel Kodim 1303/Bolmong dan warga setempat. Semangat gotong royong yang terjalin selama proses konstruksi mencerminkan kuatnya hubungan TNI dengan rakyat. Ini juga menunjukkan komitmen bersama untuk memajukan daerah.
Sinergi TNI dan Kebijakan Pembangunan Nasional
Kapendam XIII/Merdeka, Kolonel Kav. Sofyan, menambahkan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan ini adalah bentuk kepedulian. TNI hadir untuk membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat pedesaan. Inisiatif ini selaras dengan misi mendukung percepatan pembangunan di berbagai daerah.
Program pembangunan Jembatan Lolayan ini merupakan implementasi kebijakan Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut berfokus pada dorongan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
Melalui proyek infrastruktur seperti Jembatan Beton Garuda, pemerintah dan TNI berupaya menciptakan fondasi ekonomi yang lebih kokoh. Aksesibilitas yang lebih baik akan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Pada akhirnya, ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup warga Desa Lolayan.
Sumber: AntaraNews