Jembatan Perintis Garuda Pringsewu Resmi Beroperasi, Tingkatkan Akses Ekonomi dan Pendidikan Warga
Jembatan Perintis Garuda di Pringsewu kini telah resmi beroperasi, menghubungkan dua pekon vital dan diharapkan mampu mendongkrak aktivitas ekonomi serta mempermudah mobilitas pelajar.
Kodam XXI/Raden Inten mengumumkan Jembatan Perintis Garuda, yang menghubungkan Pekon Sukoharjo IV dan Pekon Jogjakarta di Kabupaten Pringsewu, Lampung, telah dapat digunakan masyarakat. Peresmian jembatan ini menandai kemudahan akses bagi warga untuk aktivitas sehari-hari. Pembangunan infrastruktur vital ini diharapkan membawa dampak positif signifikan bagi daerah.
Jembatan ini merupakan bagian dari program serentak TNI Angkatan Darat yang meresmikan 200 jembatan di seluruh Indonesia. Pangdam XXI/Raden Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan meningkatkan konektivitas antar wilayah. Jembatan di Pringsewu menjadi yang kedua diresmikan di wilayah Kodam XXI/Raden Inten setelah Pekon Way Umbar di Tanggamus.
Kehadiran Jembatan Perintis Garuda Pringsewu diharapkan dapat mempermudah akses perekonomian warga serta mobilitas pelajar. Sebelumnya, akses penyeberangan di lokasi ini sering terputus akibat peningkatan debit sungai. Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi TNI dan pemerintah daerah dalam merealisasikan proyek ini.
Akses Vital untuk Perekonomian Lokal
Mayjen TNI Kristomei Sianturi menekankan pentingnya jembatan ini dalam mendukung aktivitas perekonomian masyarakat Pekon. Dengan akses yang lebih cepat dan mudah, warga dapat mengoptimalkan kegiatan usaha mereka. Jembatan ini juga mempermudah distribusi hasil pertanian dan perikanan.
Selain itu, mobilitas pelajar juga menjadi fokus utama pembangunan Jembatan Perintis Garuda Pringsewu. Anak-anak sekolah kini tidak perlu lagi menghadapi kesulitan akses. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kehadiran dan kualitas pendidikan di kedua pekon.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menambahkan, jembatan ini akan sangat mendukung sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Para petani tidak perlu lagi memutar jauh untuk membawa pupuk atau hasil panen mereka. Ini akan menghemat waktu dan biaya operasional warga.
Mengatasi Tantangan Akses dan Kolaborasi Pembangunan
Sebelum pembangunan Jembatan Perintis Garuda Pringsewu, warga menghadapi tantangan serius saat musim hujan. Akses penyeberangan di lokasi tersebut sering terputus ketika debit sungai meningkat drastis. Kondisi ini membuat warga nyaris tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari.
Bahkan, saat air surut, masyarakat harus menggunakan getek untuk menyeberang sungai. Situasi ini tentu menghambat pertumbuhan ekonomi dan pendidikan di Pekon Sukoharjo IV dan Pekon Jogjakarta. Jembatan baru ini menjadi solusi permanen untuk masalah tersebut.
Pembangunan jembatan merupakan hasil kolaborasi erat antara TNI Angkatan Darat dan pemerintah daerah Kabupaten Pringsewu. Bupati Riyanto Pamungkas menyampaikan terima kasih atas sinergi ini. Kolaborasi semacam ini sangat penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah.
Sumber: AntaraNews