Perbankan Dukung Industri Kreatif Perfilman RI, Ciptakan Nilai Ekonomi Tinggi
Bagi Amar Bank, keterlibatan ini bukan sekadar kolaborasi promosi dalam sebuah proyek film.
PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) mendukung penuh ekosistem industri kreatif Indonesia. Bank digital melalui produk andalannya Tunaiku by Amar Bank melihat industri kreatif sebagai salah satu sektor yang sangat potensial, bukan hanya karena pertumbuhannya, tetapi juga karena kemampuannya menciptakan nilai ekonomi, membangun perhatian publik, dan menghadirkan relevansi yang kuat.
Kali ini, Amar Bank menjadi mitra promosi untuk mendukung Ghost in the Cell, film terbaru karya Joko Anwar yang tayang di Indonesia pada 16 April 2026 dan telah terjual untuk penayangan di 86 negara.
"Film adalah contoh nyata dari itu. Bagi kami, mendukung Ghost in the Cell bukan hanya soal mendukung sebuah karya, tetapi juga bagian dari komitmen jangka panjang Amar Bank untuk mendukung UMKM serta tumbuh bersama ekosistem kreatif Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Tunaiku sebagai brand digital yang relevan dengan generasi saat ini,” ujar Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian di Jakarta, Rabu (29/4).
Bagi Amar Bank, keterlibatan ini bukan sekadar kolaborasi promosi dalam sebuah proyek film. Di balik langkah tersebut, ada pandangan yang lebih besar, yakni industri kreatif, termasuk perfilman, kini berkembang menjadi salah satu sektor potensial di Indonesia.
Tidak hanya karena kuat secara budaya, tetapi juga karena kemampuannya menciptakan nilai ekonomi, membangun perhatian publik, dan menghadirkan relevansi yang kuat di tengah masyarakat.
Kehadiran Tunaiku dalam perjalanan ini juga mencerminkan bagaimana Amar Bank membangun kedekatan dengan audiens yang semakin digital, aktif, dan dekat dengan budaya populer.
Sebagai bagian dari ekosistem Amar Bank, Tunaiku merepresentasikan cara perusahaan memahami ritme hidup generasi masa kini, generasi yang menjadi penggerak penting konsumsi hiburan sekaligus pertumbuhan ekonomi kreatif hari ini.
Pilihan pada Ghost in the Cell
Pilihan pada Ghost in the Cell juga terasa pas. Sebagai karya terbaru Joko Anwar, film ini datang dengan buzz yang besar bahkan sebelum tayang. Nama Joko Anwar sendiri sudah lama identik dengan film-film yang kuat secara cerita, berani secara gaya, dan selalu berhasil memancing perhatian publik.
Dengan kombinasi itu, Ghost in the Cell dipandang bukan hanya sebagai film, tetapi juga cultural moment yang punya daya tarik luas.
"Hari ini, koneksi antara brand dan audiens dibangun bukan hanya lewat pesan, tetapi lewat pengalaman dan ruang budaya yang mereka anggap relevan. Film punya kekuatan itu. Karena itu, dukungan terhadap Ghost in the Cell menjadi cara Amar Bank membangun kedekatan yang lebih autentik dengan audiens yang semakin digital, ekspresif, dan culture-driven,” ujar Marketing Head Amar Bank, Rosalinda Hoesin.
“Dukungan dari Amar Bank menunjukkan bahwa industri film Indonesia semakin dilihat sebagai ekosistem yang menarik dan punya nilai besar, bukan hanya secara budaya tetapi juga secara bisnis," ujar Sutradara Film Ghost in The Cell, Joko Anwar,