Sinergi Bank Indonesia DKI Jakarta dan Pemprov DKI Perkuat Ekosistem Film, Dorong Ekonomi Kreatif
Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta dan Pemprov DKI bersinergi perkuat ekosistem film demi ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, membuka ruang bagi generasi muda berkreasi.
Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem perfilman di ibu kota. Sinergi ini bertujuan menciptakan industri yang lebih kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan bahwa kolaborasi strategis ini juga membuka peluang luas bagi generasi muda. Mereka didorong untuk berkreasi serta berkontribusi aktif dalam pertumbuhan perekonomian nasional.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menambahkan bahwa pengembangan industri film merupakan pilar penting. Ini untuk mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan di Jakarta.
Peran Industri Film dalam Ekonomi Kreatif Jakarta
Industri perfilman di Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai wadah ekspresi kreatif bagi generasi muda. Lebih dari itu, sektor ini memiliki efek berganda yang signifikan terhadap berbagai sektor lain. Dampak positifnya terasa pada pariwisata, kuliner, transportasi, hingga industri perhotelan.
Melihat potensi besar tersebut, BI DKI berkomitmen untuk terus menjalin sinergi erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Kolaborasi ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif secara menyeluruh.
Salah satu bentuk nyata dari komitmen ini adalah penyelenggaraan "Jakarta Youth Film Festival" (JYFF). Festival ini menjadi platform penting untuk mendukung talenta muda dan inovasi dalam perfilman.
Jakarta Youth Film Festival sebagai Katalisator
Yayasan Ruang Sinema Jakarta melaporkan perkembangan positif dalam persiapan "Jakarta Youth Film Festival" (JYFF) 2026. Hingga akhir April 2026, tercatat 178 karya film telah terdaftar dalam Lensa Kompetisi Pelajar dan Mahasiswa. Selain itu, 64 proposal juga masuk dalam Jakarta Film Fund.
Capaian ini menjadi indikator kuat potensi besar talenta kreatif muda di Jakarta yang terus berkembang. Dukungan melalui kolaborasi lintas sektor menjadi krusial untuk memaksimalkan potensi tersebut.
JYFF 2026, dengan tema “Jakarta Kota Kita”, dinilai sebagai ruang strategis. Festival ini memungkinkan generasi muda menyalurkan kreativitas, mengasah kompetensi, dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem yang inovatif dan berdaya saing tinggi.
Komitmen dan Harapan untuk Masa Depan
Iwan Setiawan berharap sinergi antara BI DKI dan Pemprov DKI ini dapat menjadi model kolaborasi yang inspiratif. Model ini diharapkan dapat diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia. Tujuannya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif secara nasional.
Ke depannya, Kantor Perwakilan BI DKI bersama Pemprov DKI bertekad untuk mengintensifkan sinergi. Mereka juga akan memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Upaya ini diarahkan untuk mempercepat pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi ini juga bertujuan mengoptimalkan peran subsektor perfilman sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Sumber: AntaraNews