Bootcamp AKTIF 2025 Latih Sineas Muda untuk Tingkatkan Daya Saing Film di Pasar Internasional
Tiga peserta dari bootcamp AKTIF yang diadakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti forum internasional.
Kementerian Ekonomi Kreatif atau Badan Ekonomi Kreatif akan mengadakan program Akselerasi Kreatif (AKTIF) untuk subsektor Film dan Animasi, yang akan berlangsung di Jakarta dari tanggal 21 hingga 23 November 2025. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan sineas muda serta memperluas akses distribusi dan promosi film ke pasar baik domestik maupun internasional.
Selama tiga hari, peserta akan mendapatkan bimbingan langsung dari para praktisi industri yang berpengalaman dalam memasarkan karya mereka di berbagai platform global. Pada hari terakhir acara, Agustini Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Media yang mengawasi sektor film dan animasi, menyampaikan bahwa bootcamp ini bukanlah akhir, melainkan merupakan langkah awal dalam upaya jangka panjang untuk meningkatkan daya saing karya-karya anak bangsa.
Ia menekankan bahwa kementerian akan terus mendukung talenta muda melalui program-program yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mereka serta membuka lebih banyak jalur distribusi dan komersialisasi. "Hari ini hari terakhir, tapi ini justru baru awal," ujarnya pada Minggu (23/11/2025) di Hotel Morrisey, Jakarta.
Tiga talenta telah dipersiapkan untuk memasuki pasar global
Agustini Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Media, mengungkapkan bahwa pada akhir bootcamp, akan diumumkan tiga peserta yang akan "di-level up" untuk langsung terjun ke industri global. Mereka akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti forum internasional, di mana mereka dapat mempraktikkan pitching, mempelajari jalur distribusi film, dan menyaksikan secara langsung bagaimana mekanisme pasar global beroperasi. "Kami baru bisa memfasilitasi tiga orang untuk kali ini, semoga ke depannya bisa lebih banyak," ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pergeseran dari sekadar storytelling menjadi story selling, terutama dalam hal distribusi dan promosi film. Menurutnya, kekuatan Indonesia terletak pada kaya akan cerita budaya yang diakui di seluruh dunia, namun tantangannya adalah bagaimana mengkonversi cerita tersebut menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan. "Kalau cuma storytelling, enggak akan jadi apa-apa. Yang menghasilkan cuan itu story selling," ujarnya.
Perkembangan cepat sektor kreatif di Indonesia
Dalam presentasinya, Agustini Rahayu selaku Deputi Bidang Kreativitas Media mengungkapkan bahwa sub sektor film, animasi, dan video merupakan salah satu kontributor utama dalam pertumbuhan ekonomi kreatif. Menurut data yang diperoleh hingga November 2025, terdapat peningkatan yang signifikan baik dalam hal produksi maupun kontribusi terhadap ekonomi. Ia berpendapat bahwa potensi yang ada menunjukkan bahwa film dan animasi adalah sektor yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut. "Sub sektor ini surprisingly tumbuh pesat," ujarnya.
Deputi Rahayu juga menekankan bahwa kualitas animator Indonesia sudah sangat kompeten, terbukti banyak yang telah berkiprah di pasar global. Ia berharap melalui program bootcamp seperti ini, para peserta dapat mengasah kemampuan mereka lebih lanjut dengan bimbingan dari para senior yang sudah berpengalaman di industri baik nasional maupun internasional. "Artinya mereka sudah bekerja dengan industri mancanegara, sehingga kapasitasnya tidak diragukan lagi," tambahnya.
Program Akselerasi Kreatif bagi Sineas Muda
Agustini Rahayu, yang menjabat sebagai Deputi Bidang Kreativitas Media, menyatakan bahwa bootcamp ini merupakan bagian dari program Akselerasi Kreatif. Program ini adalah inisiatif dari kementerian untuk meningkatkan kualitas talenta agar siap bersaing dalam jalur distribusi dan komersialisasi global.
Meskipun para peserta telah memiliki kemampuan yang baik, pelatihan ini dirancang untuk membantu mereka semakin matang dalam memasarkan karya secara berkelanjutan. "Udah talenta berkualitas, masih kita skill up lagi," ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth bagi perekonomian nasional. Namun, pencapaian tersebut tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah saja. Kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, dan komunitas kreatif menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem kreatif dari tingkat daerah hingga pasar internasional. "Ini potensi yang sangat baik sekali untuk digarap bersama," ujarnya.