Kemenekraf Perkuat Seni Budaya Sunda Lewat Program AKTIF Musik, Dukung Musisi Lokal Go Digital
Kemenekraf Perkuat Seni Budaya Sunda melalui program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik, memfasilitasi musisi lokal Bandung untuk produksi video klip dan pengelolaan hak kekayaan intelektual. Simak bagaimana program ini mendorong ekonomi kreatif daerah!
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat seni budaya Sunda melalui dukungan fasilitasi produksi video klip dalam program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik. Inisiatif ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk mendukung promosi dan distribusi karya kreatif musisi lokal. Program ini berpusat di Bandung, Jawa Barat, sebagai salah satu wilayah dengan potensi seni budaya yang kaya.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa AKTIF Musik adalah program advokasi. Program ini ditujukan bagi musisi lokal tingkat ketiga hingga keempat. Tujuannya adalah untuk mendukung promosi, distribusi karya kreatif, serta membantu musisi memahami seluk beluk industri musik profesional dan pengelolaan hak kekayaan intelektual (HKI) yang mereka miliki.
Musisi yang kali ini difasilitasi oleh Kemenekraf adalah Ega Robot Ethnic Percussion dan Ade Astrid, keduanya berasal dari Bandung. Kemenekraf mengurus segala hal yang terkait nilai tambah ekonomi. Ini termasuk membantu talenta lokal membuka kanal distribusi, komersialisasi, hingga bagaimana mengelola hak kekayaan intelektual yang dimiliki.
AKTIF Musik: Akselerasi Kreatif untuk Musisi Daerah
Program AKTIF Musik merupakan inisiatif strategis Kemenekraf untuk meningkatkan daya saing musisi lokal di pasar digital. Program ini tidak hanya memberikan dukungan fisik berupa produksi, tetapi juga penguatan pemahaman konseptual. Tujuannya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Jangkauan program AKTIF Musik telah mencakup berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, hingga Maluku. Jawa Barat, khususnya Bandung, menjadi wilayah kesembilan yang dijangkau oleh program ini. Hal ini menunjukkan komitmen Kemenekraf dalam meratakan dukungan terhadap ekosistem musik lokal di seluruh nusantara.
Kemenekraf memproyeksikan program AKTIF Musik menjadi “the new engine of growth” bagi ekonomi Jawa Barat. Musisi lokal kini didorong untuk lebih mandiri secara profesional. Peningkatan pemahaman tentang Intellectual Property (IP) menjadi salah satu fokus utama dalam upaya ini.
Fasilitasi Produksi Video Klip Unggulan dari Bandung
Rangkaian produksi video musik untuk Ega Robot Ethnic Percussion dan Ade Astrid dilaksanakan pada 5-8 April 2026. Lokasi syuting dipilih secara cermat untuk menonjolkan keindahan dan kekayaan budaya Sunda. Beberapa lokasi termasuk Sanggar Seni Ega Robot, Saung Komando Ciwidey, Saung Gerengseng, dan Tepi Gunung Nature Park.
Ega Robot Ethnic Percussion menggarap lagu berjudul “Napak Jagat Pasundan” yang mengusung konsep ethnic collaboration. Sementara itu, Ade Astrid membawakan lagu “Goyang Gerengseng” yang kental dengan nuansa dangdut Sunda. Kedua karya ini diharapkan mampu merepresentasikan kekayaan musik daerah dan menarik perhatian khalayak luas.
Fasilitasi dari Kemenekraf mencakup seluruh proses produksi guna memastikan standar kualitas visual dan audio yang dihasilkan mampu bersaing di platform digital resmi kementerian. Video musik “Napak Jagat Pasundan” dijadwalkan rilis pada 2 Mei 2026, sedangkan video musik “Goyang Gerengseng” akan menyusul pada bulan yang sama.
Dampak dan Inspirasi bagi Ekonomi Kreatif Lokal
Vokalis sekaligus pendiri Ega Robot Ethnic Percussion, Ega Cahyar Mulyana, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Kemenekraf. Ia menekankan bahwa dukungan ini tidak hanya berupa dukungan fisik. Namun, juga mencakup penguatan pemahaman konseptual serta peningkatan kapasitas kelembagaan guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Program AKTIF Musik ini selaras dengan gagasan membangun ekonomi kreatif dari daerah. Diharapkan, inisiatif ini mampu memberikan dampak psikologis yang positif. Selain itu, program ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi para pejuang ekonomi kreatif lainnya di Jawa Barat.
Dengan memfasilitasi produksi dan monetisasi bagi musisi lokal, Kemenekraf berupaya meningkatkan nilai ekonomi serta daya saing karya daerah. Optimalisasi karya di pasar digital menjadi kunci. Ini juga merupakan langkah nyata dalam mendukung talenta-talenta kreatif Indonesia untuk bersinar di kancah nasional maupun internasional.
Sumber: AntaraNews