Fokus Universitas Republik Indonesia, Prioritaskan Jurusan STEM hingga Kedokteran

Langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin Indonesia mampu menguasai teknologi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Fokus Universitas Republik Indonesia, Prioritaskan Jurusan STEM hingga Kedokteran
<p>Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto. (Antara)</p>

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, mengungkapkan Universitas Republik Indonesia (URI) akan memprioritaskan pengembangan program studi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Selain itu, URI juga akan memperkuat pendidikan di bidang kesehatan dan kedokteran untuk menjawab kebutuhan tenaga medis nasional.

Menurut Aries, langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin Indonesia mampu menguasai teknologi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Kalau kita lihat, Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Namun, secara teknologi kita masih tertinggal. Kita belum mampu membuat pesawat sendiri, mobil sendiri, dan berbagai teknologi lainnya secara mandiri," kata Aries di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7).

Ia menegaskan, karena itu Presiden Prabowo mendorong hadirnya perguruan tinggi yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Oleh karena itu, Pak Presiden fokus mengedepankan universitas yang berbasis pada STEM, yaitu Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Dengan demikian, bangsa ini diharapkan mampu menguasai teknologi sendiri. Sumber daya alam kita sudah lengkap, tinggal bagaimana SDM-nya diperkuat," ujarnya.

URI Juga Perkuat Fakultas Kedokteran

Selain bidang STEM, Aries mengatakan URI akan membuka berbagai program studi lain, termasuk kesehatan dan kedokteran. Menurutnya, Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga dokter sehingga kapasitas pendidikan kedokteran perlu terus ditingkatkan.

"Macam-macam jurusan akan dibuka. Salah satu fokusnya memang STEM, tetapi program studi lain juga akan banyak, misalnya kesehatan dan kedokteran. Kita perlu meningkatkan jumlah dokter karena saat ini masih sangat kurang," jelas Aries.

Ia menyebut rasio dokter di Indonesia masih berada di bawah standar ideal yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kondisi tersebut terjadi baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

"Idealnya sekitar satu dokter untuk seribu penduduk. Kalau tidak salah, saat ini di perkotaan sekitar 0,47 dan di pedesaan sekitar 0,27. Artinya masih sangat kurang. Ini yang akan kita selesaikan," tuturnya.

Prabowo Bentuk Universitas Republik Indonesia

 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Usai pelantikan, Donny menjelaskan bahwa URI dibentuk sebagai institusi yang menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa melalui sistem pendidikan kepemimpinan yang mengadopsi model dari sejumlah negara.

"Ini semua terkait pendidikan, pembinaan, dan penyiapan sumber daya manusia untuk kebutuhan pemerintahan maupun BUMN di masa depan," kata Donny.

Menurutnya, di bawah Gubernur URI atau Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan nantinya akan terdapat tiga institusi utama, yakni Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, serta Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Donny menjelaskan, LAN akan diperkuat tidak hanya untuk pengembangan aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga untuk menyiapkan sumber daya manusia yang akan berkarier di badan usaha milik negara (BUMN).

"Nantinya tugas dan fungsi LAN akan diperluas. Kalau selama ini fokus pada pembinaan ASN, ke depan juga akan menyiapkan karyawan untuk BUMN," pungkasnya.

Rekomendasi