Mendikti Saintek Tegaskan URI Tak Membawahi Seluruh Kampus

Kehadiran URI tidak akan mengubah tugas dan fungsi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Mendikti Saintek Tegaskan URI Tak Membawahi Seluruh Kampus
Mendiktisaintek Brian Yuliarto resmi mengukuhkan pengurus FRI Periode 2025–2026. (Kemendiktisaintek)

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menegaskan Universitas Republik Indonesia (URI) yang baru dibentuk Presiden Prabowo Subianto tidak akan menjadi lembaga yang membawahi seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Brian juga memastikan kehadiran URI tidak akan mengubah tugas dan fungsi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dalam mengelola pendidikan tinggi nasional.

"Enggak, fungsi kita tidak berubah ya, semuanya, tidak ada. Jadi mungkin nanti dalam waktu dekat Pak Gubernur URI akan lebih menjelaskan lagi bagaimana peran dan posisinya," kata Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7).

Ia kembali menegaskan bahwa pembentukan URI bukan berarti seluruh perguruan tinggi di Indonesia akan berada di bawah koordinasi universitas tersebut.

"Tapi bukan berarti URI itu membawahi seluruh kampus-kampus ya, tidak begitu," tegasnya.

Pendirian Kampus URI Masih Dikaji

Brian mengatakan rencana pembangunan 10 kampus Universitas Republik Indonesia masih dalam tahap kajian. Karena itu, pemerintah belum memutuskan skema pelaksanaannya secara rinci.

Meski demikian, ia memastikan pembentukan URI tidak akan mengganggu maupun mengurangi anggaran Kemendikti Saintek.

"Itu masih dalam kajian seperti apa," ujarnya.

 

Fokus Menyiapkan SDM untuk Posisi Strategis

Menurut Brian, URI dirancang sebagai bagian dari program afirmasi pemerintah untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap ditempatkan di berbagai posisi strategis.

Lulusan URI nantinya diproyeksikan mendukung pelaksanaan program prioritas nasional, termasuk penugasan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Posisi strategis ini kan bisa di 3T, bisa di program prioritas nasional dan sebagainya," jelas Brian.

Prabowo Bentuk URI untuk Cetak Calon Pemimpin

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Usai pelantikan, Donny menjelaskan URI dibentuk sebagai lembaga pendidikan yang bertujuan mencetak calon-calon pemimpin bangsa melalui sistem pembinaan yang mengadopsi model pendidikan kepemimpinan dari sejumlah negara.

"Ini semua adalah terkait dengan pendidikan pembinaan, penyiapan sumber daya manusia untuk ke depan baik untuk pemerintahan ataupun untuk BUMN," kata Donny.

Ia menjelaskan, di bawah Gubernur URI atau Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan nantinya akan terdapat tiga institusi, yakni Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, serta Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Menurut Donny, fungsi LAN juga akan diperluas. Selain mengembangkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), lembaga tersebut nantinya akan berperan menyiapkan sumber daya manusia yang akan bekerja di badan usaha milik negara (BUMN).

"Nantinya tugas dan fungsi LAN akan diperkuat. Kalau selama ini fokus pada pembinaan ASN, ke depan juga akan menyiapkan karyawan untuk BUMN," pungkasnya.

 

Rekomendasi