Kemenekraf Perkuat Storytelling Nasional Lewat SCENE 2025 Alumni Bootcamp untuk Pasar Global
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) perkuat storytelling nasional melalui SCENE 2025 Alumni Bootcamp, melatih enam penulis skenario terbaik agar karyanya mampu bersaing di pasar global.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) secara aktif memperkuat ekosistem storytelling nasional melalui inisiatif kolaboratif. Program yang diberi nama SCENE 2025 Alumni Bootcamp ini merupakan hasil kerja sama dengan Wahana Edukasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing karya-karya kreatif Indonesia di kancah internasional.
Program intensif ini dirancang khusus sebagai masterclass bagi enam penulis skenario terbaik yang merupakan alumni SCENE dari tahun 2020 hingga 2024. Mereka akan mendapatkan bimbingan langsung dari praktisi senior industri film dan media. Kegiatan ini berlangsung selama satu pekan penuh, dari tanggal 3 hingga 9 November 2025, bertempat di Morrissey Hotel, Jakarta.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya program ini dalam membangun pilar ekonomi nasional. "Kami ingin memastikan bahwa industri film, televisi, dan media digital menjadi pilar kuat dalam perekonomian nasional. Melalui program seperti SCENE, kita tidak hanya melatih talenta, tetapi juga menciptakan jembatan antara karya dan pasar global," ujar Riefky di Jakarta, Selasa.
Mengangkat Industri Kreatif ke Kancah Global
Inisiatif Kemenekraf ini memiliki visi besar untuk menempatkan industri kreatif Indonesia, khususnya di sektor film dan media digital, sebagai kekuatan ekonomi yang signifikan. Melalui SCENE 2025 Alumni Bootcamp, pemerintah berupaya keras untuk tidak hanya mengembangkan bakat-bakat lokal tetapi juga membuka akses mereka ke pasar global yang lebih luas. Program ini menjadi jembatan penting antara potensi kreatif dan peluang komersial.
Pemilihan peserta dilakukan dengan sangat selektif, berdasarkan kualitas naskah yang telah mereka hasilkan serta kesiapan mereka untuk menembus pasar industri kreatif, baik di tingkat nasional maupun internasional. Proses seleksi yang ketat ini memastikan bahwa hanya talenta terbaik yang mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan mereka. Hal ini juga menunjukkan komitmen Kemenekraf dalam mencari dan mengembangkan potensi terbaik bangsa.
Enam penulis skenario terpilih tahun ini akan menjalani pelatihan intensif untuk menyempurnakan naskah serial orisinal mereka. Tujuannya adalah agar naskah-naskah ini memiliki daya saing tinggi di pasar televisi dan platform digital global. Dengan demikian, diharapkan karya-karya Indonesia dapat dinikmati oleh audiens yang lebih luas di seluruh dunia.
Detail Pelatihan dan Peserta Terpilih
Bootcamp SCENE 2025 Alumni ini melibatkan enam penulis skenario berbakat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka adalah Amelya Juwitasari dari Jawa Timur, I Kadek Prawira Nugraha dari Bali, Danan Wahyu Sumirat dari Kepulauan Riau, Dhanny Wijaya Setiawan dari Jambi, Rinipta Swasti Simson dari Jawa Barat, dan R. Deddy Hermawan juga dari Jawa Barat. Keberagaman asal peserta ini menunjukkan jangkauan program yang luas.
Selama sepekan, peserta akan dibimbing langsung oleh mentor dan praktisi senior yang berpengalaman di industri film dan media. Sesi pelatihan dirancang secara komprehensif, mencakup tiga pilar utama: penulisan mendalam, produksi audiovisual, dan penguatan bisnis. Materi ini esensial untuk menciptakan storytelling yang kuat dan relevan.
Dalam pilar penulisan, peserta belajar teknik cinematic storytelling, action & dialogue patterns, serta writing with cinematic awareness. Pilar produksi mencakup pemahaman aspek seperti visual editing, sound design, hingga perencanaan sizzle reel. Sementara itu, pilar bisnis fokus pada penguatan kemampuan negosiasi dan pitching modern untuk menjual naskah sebagai karya berbasis kekayaan intelektual (IP).
Hasil dan Proyeksi ke Pasar Internasional
Output utama dari bootcamp ini adalah naskah sinematik yang telah disempurnakan (lock script) dan sizzle reel profesional. Sizzle reel ini berfungsi sebagai trailer singkat yang sangat penting untuk pitching kepada calon produser, platform Over-The-Top (OTT), maupun investor. Kemenekraf memastikan peserta memiliki alat yang memadai untuk mempresentasikan karya mereka.
Selanjutnya, karya-karya para peserta akan difasilitasi untuk berpartisipasi dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market di Yogyakarta. Ini merupakan langkah strategis dan nyata untuk membawa naskah orisinal Indonesia ke panggung internasional. Kehadiran di JAFF Market diharapkan membuka pintu kolaborasi dan investasi global.
Melalui program SCENE 2025 Alumni Bootcamp, Kemenekraf tidak hanya bertujuan memperkuat ekosistem storytelling di Indonesia. Lebih dari itu, diharapkan para peserta mampu menghasilkan konten-konten berkualitas tinggi yang dapat memenuhi kebutuhan platform OTT global, sekaligus memperkenalkan kekayaan cerita Indonesia ke seluruh dunia.
Sumber: AntaraNews