Menekraf Tinjau Booth Kreatif di JAFF Market, Tegaskan Komitmen Perkuat Ekosistem Industri Film dan Animasi

Di sela kunjungan, MenEkraf menyempatkan diri melihat pameran kamera analog sinema klasik.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Menekraf Tinjau Booth Kreatif di JAFF Market, Tegaskan Komitmen Perkuat Ekosistem Industri Film dan Animasi
Menekraf Tinjau Booth Kreatif di JAFF Market, Tegaskan Komitmen Perkuat Ekosistem Industri Film dan Animasi (Merdeka.com)

Suasana JAFF Market 2025 semakin meriah ketika Menteri Ekonomi Kreatif (MenEkraf) Teuku Riefky menyusuri deretan booth pelaku industri kreatif yang berpartisipasi dalam rangkaian Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025. Kunjungan tersebut bukan hanya seremoni pendamping prosesi penandatanganan MoU, tetapi juga menjadi bentuk dukungan langsung pemerintah terhadap berbagai inisiatif kreatif yang tengah berkembang, mulai dari penulisan naskah, produksi film, hingga promosi IP animasi ke pasar global.

Kunjungan pertama MenEkraf dilakukan ke booth Wahana Kreator. Di tempat ini ditampilkan hasil program Scene, sebuah kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan Wahana Edukasi yang berfokus pada peningkatan kapasitas penulis dalam memproduksi naskah skenario berkualitas dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Program ini menjadi salah satu upaya memperkuat fondasi kreativitas sejak tahap awal pengembangan cerita.

Perjalanan kemudian berlanjut ke booth Metra TV x Ekraf, yang menampilkan tiga karya kreatif film dan tiga IP animasi hasil program Akselerasi Kreatif Film dan Animasi. Karya-karya tersebut telah melalui proses kurasi ketat serta bootcamp yang mencakup pengembangan bisnis IP, distribusi, hingga strategi promosi di Jakarta.

MenEkraf Riefky juga menyambangi booth Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI). Melalui kolaborasi dengan Kementerian Ekraf, AINAKI berupaya memperluas promosi IP animasi Indonesia ke skala lebih luas. Sinergi ini disebut sebagai langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain potensial dalam industri animasi regional.

Di sela kunjungan, MenEkraf menyempatkan diri melihat pameran kamera analog sinema klasik. Ia tampak antusias mencoba beberapa perangkat kamera jadul, menunjukkan ketertarikannya pada sejarah perkembangan teknologi perfilman. Sentuhan personal ini membuat kunjungannya terasa hangat di tengah atmosfer industri yang semakin modern.

Menteri yang tampil dengan gaya smart casual tersebut kemudian mendatangi booth JAFF Market Content. Di sini dipamerkan 10 Intellectual Property (IP) lokal yang disiapkan untuk naik kelas melalui kurasi, kolaborasi, dan peluang distribusi lebih luas.

Kehadiran MenEkraf Riefky memberi warna tersendiri bagi JAFF Content Market 2025. Ia menegaskan dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan industri kreatif nasional melalui kolaborasi lintas sektor serta pengembangan IP sebagai aset masa depan ekonomi kreatif Indonesia.

KemenEkraf Perkuat Ekosistem Kreatif Lewat Aktivasi di JAFF Festival 2025

Selain kunjungan booth, Kementerian Ekraf juga berperan aktif dalam penyelenggaraan JAFF 2025 yang berlangsung pada 29 November–6 Desember di Empire XXI Yogyakarta. Melalui booth EKRAF x PFN, KemenEkraf menggandeng Produksi Film Negara (PFN) untuk menyediakan ruang temu bagi komunitas film dari berbagai daerah—mulai dari berbagi karya, memperluas pengetahuan, hingga memperkuat jejaring kreatif.

Dalam kegiatan tersebut, KemenEkraf turut mempublikasikan jadwal, materi, dan pemateri coaching clinic melalui kanal resmi, serta membuka pendaftaran bagi pengunjung festival. Fasilitasi ini ditujukan agar para kreator memperoleh akses pembelajaran lebih luas mengenai proses kreatif, distribusi, dan pengembangan proyek audiovisual sejak tahap ide hingga siap diproduksi.

Berbagai aktivasi ini menegaskan pentingnya hubungan yang saling terhubung antara kreator, produser, distributor, dan investor. KemenEkraf menilai konektivitas ekosistem adalah kunci keberlanjutan industri film, animasi, dan video, termasuk dalam mendorong IP nasional agar mampu beradaptasi ke berbagai format audiovisual yang kompetitif di tingkat regional.

Menteri Ekraf Teuku Riefky menekankan bahwa JAFF 2025 menjadi momentum penting bagi pelaku industri kreatif untuk memperluas jejaring sekaligus memajukan karya.

"Event ini kami harapkan menjadi katalis lahirnya karya baru melalui kolaborasi regional dan global, sekaligus memperkuat ekosistem film, animasi, dan video Indonesia sebagai motor pertumbuhan ekonomi kreatif yang berdaya saing," ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Rekomendasi