Bea Cukai Banjarmasin Dorong UMKM Nyanyat Foodies Tembus Pasar Global

Kantor Bea Cukai Banjarmasin aktif membantu UMKM lokal, seperti Nyanyat Foodies, untuk memperluas jangkauan ekspor dan menembus pasar global, membuka peluang bisnis yang lebih luas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bea Cukai Banjarmasin Dorong UMKM Nyanyat Foodies Tembus Pasar Global
Kantor Bea Cukai Banjarmasin aktif membantu UMKM lokal, seperti Nyanyat Foodies, untuk memperluas jangkauan ekspor dan menembus pasar global, membuka peluang bisnis yang lebih luas. (AntaraNews)

Kantor Bea dan Cukai Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berkomitmen kuat untuk membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) potensial. Upaya ini bertujuan agar UMKM mampu bersaing dan menembus pasar global atau ekspor. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing produk lokal di kancah internasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Salah satu UMKM yang mendapat perhatian dan pendampingan khusus adalah Nyanyat Foodies, sebuah usaha yang memproduksi berbagai makanan ringan khas Kalimantan Selatan. UMKM ini dikenal dengan ragam produk unggulan yang menggugah selera, seperti kentang mustofa, abon ayam, hingga olahan ikan patin. Kualitas racikan tangan pelaku usaha lokal ini bahkan telah mendapatkan pengakuan internasional.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Banjarmasin, Tonny Riduan P Simorangkir, mengungkapkan bahwa Nyanyat Foodies sebelumnya telah berhasil menembus pasar ekspor hingga ke Australia. Melihat rekam jejak dan potensi pasar yang sangat terbuka, Kantor Bea dan Cukai Banjarmasin hadir memberikan pendampingan intensif. Asistensi ini mencakup edukasi prosedur kepabeanan hingga pemenuhan dokumen kelengkapan ekspor, guna mempersiapkan rencana ekspor selanjutnya.

Bea Cukai Banjarmasin secara proaktif mengidentifikasi UMKM potensial di wilayahnya, memberikan bimbingan komprehensif agar produk lokal mampu bersaing di pasar internasional. Ini adalah bagian integral dari strategi pemerintah untuk meningkatkan ekspor non-migas dan memperkuat ekonomi nasional. Dukungan ini juga sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintah.

Pendampingan yang diberikan tidak hanya sebatas teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Edukasi mengenai prosedur kepabeanan menjadi kunci utama agar UMKM memahami regulasi ekspor yang kompleks. Selain itu, pemenuhan dokumen kelengkapan ekspor juga menjadi fokus utama dalam setiap sesi asistensi yang diberikan.

Tonny Riduan P Simorangkir menegaskan pentingnya peran Bea Cukai sebagai fasilitator perdagangan. Mereka berupaya menyederhanakan proses bagi UMKM, menghilangkan hambatan birokrasi yang seringkali menjadi tantangan. Tujuannya adalah agar UMKM tidak merasa terbebani dan dapat fokus pada pengembangan produk mereka.

Nyanyat Foodies telah membuktikan bahwa produk lokal memiliki kualitas global yang mampu bersaing. Ragam produk unggulan mereka, seperti kentang mustofa, abon ayam, dan olahan ikan patin, telah menarik perhatian pasar internasional. Pengakuan internasional ini menjadi bukti nyata potensi besar UMKM dari Kalimantan Selatan.

Keberhasilan Nyanyat Foodies menembus pasar ekspor Australia menjadi contoh nyata bagi UMKM lainnya. Ini menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat dan kualitas produk yang mumpuni, UMKM dapat mencapai pasar yang lebih luas. Pengalaman positif ini diharapkan dapat memotivasi dan menginspirasi UMKM lain untuk berani melangkah ke kancah global.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Banjarmasin berharap kisah Nyanyat Foodies dapat menginspirasi UMKM lokal lainnya di Kalimantan Selatan. Mereka didorong untuk berani naik kelas ke pasar internasional. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan bisnis UMKM, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Potensi pasar global untuk produk UMKM Indonesia sangat terbuka lebar, menawarkan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi. Dengan inovasi berkelanjutan dan kualitas produk yang terjaga, produk lokal memiliki daya saing tinggi di berbagai negara. Dukungan pemerintah melalui lembaga seperti Bea Cukai menjadi krusial dalam merealisasikan potensi ini.

Peningkatan kapasitas UMKM dalam aspek produksi dan pemasaran juga sangat penting untuk menembus pasar internasional. Pelatihan mengenai standar kualitas internasional akan membantu mereka memenuhi persyaratan ekspor yang ketat. Kolaborasi antarpihak, termasuk pemerintah, swasta, dan asosiasi UMKM, dapat mempercepat proses ini.

Dengan terus mendorong UMKM untuk melakukan ekspor, perekonomian daerah akan semakin kuat dan stabil. Ini juga sejalan dengan upaya nasional untuk diversifikasi ekspor dan mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu. Masa depan UMKM Indonesia di pasar global terlihat cerah dengan dukungan yang tepat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi