Anggota MPR Ajak Masyarakat Lestarikan Seni Budaya untuk Rawat Kebinekaan Bangsa
Anggota MPR Siti Mukaromah menyerukan pelestarian seni dan budaya sebagai fondasi merawat kebinekaan bangsa dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Siti Mukaromah mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk aktif melestarikan seni dan budaya sebagai upaya krusial dalam merawat kebinekaan bangsa. Ajakan ini disampaikan dalam rangkaian acara "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" di Pendopo Adipati Marapat, Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu sore, 2 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia melalui ekspresi seni.
Dialog bertajuk "Harmonisasi Budaya-Merawat Kebhinekaan dengan Fondasi Empat Pilar Kebangsaan" menjadi wadah diskusi penting mengenai peran budaya sebagai perekat kehidupan berbangsa dan bernegara. Siti Mukaromah, yang akrab disapa Erma, menekankan bahwa budaya memiliki kekuatan besar untuk menyatukan berbagai perbedaan yang ada.
Melalui inisiatif seperti "Banyumas Ngibing", diharapkan masyarakat dapat melihat keberagaman sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya lokal di tengah gempuran budaya asing. Acara ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari seniman, pelaku UMKM, komunitas budaya, hingga generasi muda.
Seni dan Budaya sebagai Perekat Kebinekaan
Siti Mukaromah menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia harus dipandang sebagai aset yang mampu menyatukan, bukan sebaliknya. Ia menyoroti bahwa kegiatan seperti "ngibing" atau menari merupakan salah satu wujud nyata dari upaya pemersatu warga masyarakat Indonesia.
Menurutnya, ketika masyarakat memiliki perbedaan, budaya hadir sebagai jembatan yang menyatukan. Harapannya, acara-acara kebudayaan semacam ini dapat menjadi kekuatan yang mempersatukan seluruh warga bangsa Indonesia.
Anggota Komisi VII DPR RI ini juga mengapresiasi "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" karena tidak hanya menyajikan pertunjukan seni, tetapi juga berhasil melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Keterlibatan seniman, pelaku UMKM, komunitas budaya, dan generasi muda menunjukkan bahwa seni memiliki daya tarik yang luas dan inklusif.
Penguatan Empat Pilar Kebangsaan dan Ketahanan Budaya
Dalam kesempatan tersebut, Siti Mukaromah turut mengingatkan kembali pentingnya menjaga dan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan. Pilar-pilar tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia menekankan bahwa dasar-dasar kebangsaan ini tidak boleh dilupakan oleh warga Indonesia. Penguatan pilar-pilar ini menjadi krusial di tengah derasnya pengaruh budaya asing yang masuk di era globalisasi.
Kebanggaan terhadap budaya bangsa sendiri harus terus ditumbuhkan sebagai penyeimbang agar identitas nasional tidak tergerus. Ini adalah bagian dari upaya menjaga ketahanan budaya dan jati diri bangsa.
Budaya sebagai Penggerak Ekonomi dan Pariwisata
Bambang Cahyo Murdoko, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), turut menyampaikan pandangannya. Ia menyatakan bahwa kegiatan seperti "Banyumas Ngibing" membuktikan bahwa budaya bukan hanya ekspresi seni, melainkan juga ruang dialog, pembelajaran, dan pembentukan identitas bersama.
Lebih lanjut, Bambang Cahyo Murdoko menjelaskan bahwa budaya memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Keterlibatan UMKM, komunitas kreatif, dan sektor perhotelan dalam acara budaya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Ia berharap "Banyumas Ngibing" dapat terus berkembang menjadi ruang budaya yang inspiratif, inklusif, dan berkelanjutan. Bahkan, ia berharap acara ini ke depan dapat menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara, yang akan semakin menyejahterakan masyarakat, menumbuhkan UMKM, dan menggerakkan sektor pariwisata.
Kegiatan "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" sendiri berlangsung di kawasan Banyumas Kota Lama pada tanggal 2-3 Mei 2026. Acara ini menampilkan beragam pertunjukan tari, dialog budaya, mural, serta berbagai aktivitas seni yang melibatkan komunitas budaya dari Banyumas, berbagai daerah lain, hingga mancanegara.
Sumber: AntaraNews