Banyumas Ngibing 24 Jam Menari Targetkan Masuk Kalender Event Nusantara, Perkuat Ikon Wisata Budaya
Ajang seni budaya "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" menargetkan masuk Kalender Event Nusantara (KEN) untuk memperkuat posisi Banyumas sebagai destinasi wisata budaya yang menarik dan dikenal luas.
Penggagas sekaligus Direktur Artistik "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026", Rianto, menargetkan ajang seni budaya ini dapat masuk Kalender Event Nusantara (KEN) pada tahun-tahun mendatang. Beliau berharap acara ini menjadi ikon agenda penting di Kota Lama Banyumas. Kegiatan tersebut juga bertujuan memperkenalkan potensi wisata dan budaya yang ada di kawasan ini.
Penyelenggaraan tahun 2026 merupakan pelaksanaan kedua, dengan menghadirkan sejumlah pembaruan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Antusiasme masyarakat sangat baik, menjadi pijakan penting bagi perkembangan acara ke depan. Ini menunjukkan potensi besar bagi seni budaya lokal untuk terus menarik perhatian.
Kegiatan seni tari maraton ini melibatkan hampir 1.000 penari dari berbagai latar belakang. Lebih dari 150 pertunjukan seni ditampilkan secara maraton tanpa henti. Sebanyak 85 komunitas seni dari seluruh Indonesia dan mancanegara turut berpartisipasi aktif dalam ajang Banyumas Ngibing ini.
Inovasi dan Partisipasi Global dalam Banyumas Ngibing
Penyelenggaraan "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" tahun ini menghadirkan inovasi menarik yang memperkaya pengalaman pengunjung. Panitia secara khusus melibatkan para pelukis dari Banyumas dan Purbalingga yang tergabung dalam sebuah komunitas. Mereka menggelar pertunjukan melukis bersama sebagai bagian dari rangkaian acara, menambah dimensi artistik yang unik.
Kegiatan utama berupa tari maraton selama 24 jam kembali menjadi daya tarik utama dan pusat perhatian. Penari dari berbagai daerah, seperti Sumenep, Jakarta, dan Tangerang, turut ambil bagian dalam pertunjukan tanpa henti ini. Mereka menunjukkan dedikasi dan semangat seni yang luar biasa, memukau para penonton.
Partisipasi internasional juga menjadi sorotan penting dalam ajang Banyumas Ngibing ini. Penari dari Amerika Serikat, Ari Dharminalan Rundeko, semula dijadwalkan hadir sejak awal acara. Meskipun kedatangannya tertunda karena kondisi kesehatan setelah mengikuti agenda seni di Solo, kehadirannya menunjukkan daya tarik global acara ini.
Ari Dharminalan Rundeko direncanakan turut menari selama 24 jam nonstop bersama dua penari utama lainnya. Penari tersebut adalah Sri Cicik Handayani dari Sumenep (Jawa Timur) dan Baltazar Oka Reskir dari Tangerang (Banten). Kolaborasi ini memperkaya keragaman pertunjukan yang ditampilkan, menyatukan berbagai gaya tari.
Merajut Keberagaman Budaya di Bumi Banyumas
Tema yang diangkat pada "Banyumas Ngibing" tahun ini adalah "Beragam Jiwa-Jiwa yang Menyatu dalam Bumi". Tema ini menggambarkan pertemuan berbagai identitas budaya yang berbeda. Identitas tersebut berasal dari berbagai daerah dan negara yang dipersatukan di bumi Banyumas, menciptakan harmoni dalam keberagaman.
Acara ini berhasil menarik partisipasi luas dari komunitas seni di tingkat nasional. Komunitas tersebut datang dari Jakarta, Bandung, Cirebon, Surabaya, Sumenep, Yogyakarta, dan Surakarta. Wilayah Banyumas Raya juga turut serta secara aktif, menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian seni budaya.
Jangkauan internasional acara ini juga patut diapresiasi tinggi. Komunitas seni dari Jepang, Kazakhstan, Belanda, Jerman, dan Amerika Serikat turut memeriahkan perhelatan akbar ini. Kehadiran mereka menjadikan ajang Banyumas Ngibing semakin istimewa dan berkelas dunia.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal Banyumas kepada khalayak luas. Seni lengger, ebeg, dan cedungan adalah beberapa contoh tradisi yang ditampilkan dengan bangga. Ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan mendalam kepada para leluhur budaya Banyumas yang telah mewariskan kekayaan tak ternilai.
Visi Masa Depan untuk Pariwisata Budaya Banyumas
Rianto, yang dikenal sebagai Maestro Lengger Banyumas, menyatakan kebahagiaannya atas antusiasme masyarakat yang sangat baik. Beliau melihat ini sebagai pijakan kuat bagi Banyumas Ngibing untuk terus berkembang di masa depan. Dukungan ini sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang acara.
Harapan besar diletakkan pada dukungan masyarakat dan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong "Banyumas Ngibing" masuk dalam Kalender Event Nusantara. Pengakuan ini akan memperkuat posisi Banyumas sebagai destinasi wisata budaya terkemuka di Indonesia.
Dengan masuknya ke dalam KEN, "Banyumas Ngibing" akan mendapatkan pengakuan nasional yang lebih luas. Ini juga akan meningkatkan daya tarik Banyumas di mata wisatawan domestik dan internasional secara signifikan. Potensi pariwisata daerah akan semakin terbuka lebar, membawa dampak positif bagi ekonomi lokal.
Sumber: AntaraNews