Pemerintah Dorong Potensi Ekspor Industri Otomotif Kustom Indonesia ke Pasar Global

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mendorong pengembangan Ekspor Industri Otomotif Kustom Indonesia, melihat potensi besar untuk pasar global dan ekonomi digital.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemerintah Dorong Potensi Ekspor Industri Otomotif Kustom Indonesia ke Pasar Global
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyoroti besarnya potensi ekspor industri kustom otomotif nasional dan mendorong penguatan sektor ini untuk memberikan nilai tambah ekonomi. (AntaraNews)

Jakarta, 25 April 2026 – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) serius menggarap potensi besar industri otomotif kustom nasional. Dorongan ini datang langsung dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, yang melihat sektor ini memiliki daya saing kuat di pasar global.

Irene Umar menekankan pentingnya memahami lebih dalam industri yang tengah berkembang ini, baik di tingkat lokal, nasional, maupun untuk tujuan ekspor. Tujuannya adalah menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi pasar internasional, sekaligus memperkuat ekonomi kreatif di tanah air.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengidentifikasi dan mendukung sektor-sektor ekonomi kreatif yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Industri otomotif kustom, dengan inovasi dan kreativitasnya, dinilai sangat prospektif untuk mencapai target tersebut.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar secara aktif mendorong pengembangan industri otomotif kustom di Indonesia, melihatnya sebagai sektor yang memiliki potensi ekspor yang kuat. Menurut Irene, pemahaman yang lebih baik terhadap industri ini, mulai dari tingkat lokal hingga global, sangat krusial.

Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pasar dan menciptakan produk-produk yang memiliki nilai tambah tinggi di pasar internasional. Kunjungan ke para pelaku industri kreatif otomotif di Motovillage, Jakarta, pada Jumat (24/4) lalu, menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendekatkan diri dengan para pegiat industri.

Dalam kesempatan tersebut, Irene Umar menyoroti bahwa banyak pelaku usaha lokal telah berhasil menembus pasar ekspor di berbagai negara. Ini menunjukkan bahwa industri otomotif kustom Indonesia memiliki kualitas dan daya tarik yang diakui secara global.

Pemerintah bertekad untuk terus memfasilitasi dan mendukung para pelaku industri agar dapat meningkatkan kapasitas produksi dan jangkauan pasar mereka. Dengan begitu, ekspor industri otomotif kustom diharapkan dapat terus meningkat dan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi kreatif nasional.

Selain fokus pada kualitas produk fisik, Irene Umar juga menyoroti peran strategis subsektor kreator konten dalam mendukung promosi industri otomotif kustom. Menurutnya, kreator konten dapat menjadi medium yang sangat efektif untuk memperkenalkan potensi Indonesia ke pasar internasional.

Pemanfaatan teknologi digital juga membuka peluang baru yang tak terbatas bagi para pelaku usaha. Tidak hanya terbatas pada produk fisik, pengembangan aset digital dengan nilai ekonomi yang tinggi juga menjadi fokus utama pemerintah.

“Ketika berbicara tentang aset digital, kami tidak hanya bereksperimen, kami bertujuan untuk mengkomersialkan aset-aset tersebut. Ini bukan hanya tentang kreativitas, tetapi juga tentang menghasilkan nilai ekonomi, terutama di ruang digital,” ujar Irene.

Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan menciptakan model bisnis baru yang inovatif bagi industri otomotif kustom. Dengan demikian, industri ini tidak hanya menjual produk, tetapi juga pengalaman dan inovasi melalui platform digital.

Pemerintah menargetkan untuk membangun sinergi yang lebih kuat dengan para pelaku industri agar sektor otomotif kustom dapat tumbuh sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang kompetitif secara global. Sinergi ini mencakup dukungan kebijakan, fasilitasi akses pasar, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Motovillage, yang dikenal sebagai pusat komunitas sepeda motor dan otomotif, menjadi salah satu contoh ekosistem yang mendukung industri ini. Dengan fasilitas mulai dari showroom, bengkel, hingga ruang kreatif, Motovillage berperan penting dalam mendukung pertumbuhan industri yang lebih luas.

Pendiri Motovillage, Umar Lubis, menyambut baik perhatian yang diberikan pemerintah dan berharap dukungan ini dapat memperluas jaringan industri kreatif otomotif Indonesia. “Kami berharap akan segera ada dukungan konkret untuk industri kreatif otomotif di Indonesia. Kami siap menjadi hub untuk membantu mendorong pertumbuhan itu,” kata Lubis.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi inovasi dan pertumbuhan. Hal ini akan memastikan bahwa industri otomotif kustom Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat di kancah internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi