Manfaatkan Peluang Ekonomi Digital, Laba Amar Bank Naik 20 Persen Jadi Rp152 MIliar
Aplikasi Amar Bank Digital dan Tunaiku berperan penting dalam memperluas layanan kepada segmen underbanked.
PT Bank Amar Indonesia Tbk atau Amar Bank ( AMAR).
(@ 2024 merdeka.com)Salah satu bank digital di Indonesia, Amar Bank memanfaatkan peluang menjanjikan dalam industri perbankan digital di Indonesia yang didorong oleh dominasi demografi usia muda serta tingginya tingkat penetrasi smartphone.
Dengan berfokus pada saluran digital untuk penghimpunan dan penyaluran dana, Amar Bank memposisikan diri sebagai institusi keuangan yang mampu menjawab kebutuhan konsumen akan solusi keuangan yang efisien dan ramah pengguna.
Aplikasi Amar Bank Digital dan Tunaiku berperan penting dalam memperluas layanan kepada segmen underbanked. Hingga kuartal III tahun 2024, Tunaiku telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp13,4 triliun. Sejalan dengan itu, Amar Bank juga mencatatkan laba positif pada kuartal III tahun 2024, dengan lebih dari 50 persen penyaluran kredit ke segmen UMKM.
Laba bersih perseroan mencapai Rp152,26 miliar, meningkat 20,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp126,49 miliar.
Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian menyatakan, pencapaian ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia melalui solusi keuangan yang inovatif dan terpercaya.
"Melalui platform digital kami seperti Tunaiku, kami terus berupaya meningkatkan akses keuangan yang inklusif," katanya.
Bank Amar juga mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan pada kuartal ketiga 2024, dengan pinjaman bruto mencapai Rp2,8 triliun per September 2024, meningkat 14,9 persen YoY. Pendapatan operasional bank tumbuh 26,65 prsen YoY menjadi Rp1,18 triliun, didukung oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 30,39 persen dan pendapatan non-bunga sebesar 18,31 persen.
SVP Finance Amar Bank, David Wirawan menambahkan, posisi modal Amar Bank yang solid dengan CAR di atas 100 persen memungkinkan Amar Bank untuk terus berinovasi dalam layanan digital sambil menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.
Segi Segmentasi Kredit
Dari segi segmentasi, Amar Bank memfokuskan ekspansi kredit pada sektor-sektor produktif, terutama pembiayaan UMKM yang memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Strategi ini sejalan dengan komitmen Amar Bank untuk mendukung pemulihan dan penguatan ekonomi nasional melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
"Dengan efisiensi manajemen biaya dan strategi inovasi digital, kami optimis dapat memperkuat pertumbuhan di segmen ritel dan UMKM, sekaligus mempertahankan posisi Amar Bank sebagai pemimpin di industri perbankan digital di Indonesia," tambah David.
Hal ini digarisbawahi dalam laporan riset terbaru dari Shinhan Sekuritas yang memberikan rekomendasi 'BUY' dengan potensi kenaikan hingga 46,9 persen dari harga penutupan saham pada saat laporan riset tersebut dirilis pada akhir tahun 2024.
FRM, Head of Research Shinhan Sekuritas Indonesia, Helmi Therik dalam laporannya mengatakan Amar Bank beroperasi di industri yang terus berkembang, menjadikannya faktor utama yang mendukung pertumbuhan masa depan perusahaan.
Dengan demografi Indonesia yang didominasi oleh generasi muda serta tingkat penetrasi teknologi digital yang tinggi, peluang untuk pertumbuhan perbankan digital sangat menjanjikan. Konsumen kini semakin mengutamakan kemudahan transaksi, efisiensi solusi keuangan, dan fitur yang ramah pengguna, menciptakan peluang signifikan bagi Bank Amar untuk berkembang.
Didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI), Bank Amar mampu mengelola risiko secara cerdas, memungkinkan penyaluran kredit dilakukan dengan pendekatan selektif sambil tetap menjaga toleransi risiko yang dapat diterima. Keunggulan ini tidak hanya memperkuat posisinya di pasar yang kurang terlayani tetapi juga menjadikannya berbeda dari para pesaing.