Amar Bank mencatat peningkatan total aset sebesar 22,55 persen secara tahunan.
Advertisement
PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) meraup laba bersih sebesar Rp85,04 miliar pada kuartal II 2023. Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian menyampaikan bahwa kinerja keuangan yang positif tersebut dapat menjadi penopang untuk memperkuat kinerja Bank Amar, mempertahankan pofitabilitas yang berkelanjutan serta meningkatkan dampak sosial yang positif bagi masyarakat.
"Amar Bank mencatat peningkatan total aset sebesar 22,55 persen secara year-on-year, didukung oleh pencapaian total kredit sebesar Rp2,05 triliun. Pencapaian tersebut merupakan hasil kontribusi Tunaiku sebagai platform pinjaman digital Amar Bank yang menyalurkan pinjaman kepada individu maupun UMKM, serta pertumbuhan dalam penyaluran kredit komersial dan korporasi," kata Vishal dikutip dari Antara, Rabu (9/8).
Vishal menjelaskan, Amar Bank berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan kredit dengan mengembangkan kolaborasi antara Amar Bank dengan platform digital lainnya, yang bertujuan untuk memperluas akses dan mendorong penyaluran kredit bagi mereka yang masih memiliki akses terbatas ke layanan keuangan.
Advertisement
Advertisement
Hal itu tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) sebesar 1,84 persen. Selain itu, rasio biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) juga mengalami tren penurunan, mencapai 85,82 persen dibandingkan dengan angka sebelumnya yakni 121,20 persen pada Juni 2022.
Kinerja positif pada kuartal II-2023 itu katanya membuktikan komitmen Amar Bank yang terus mempertahankan profitabilitas dan semangat dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2023.
"Ke depan, Amar Bank akan terus berkomitmen untuk mempertahankan kinerja positifnya dengan menyediakan layanan keuangan digital yang inovatif guna meningkatkan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik, terutama individu dan UMKM yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan," ujar David.
Advertisement
Advertisement
Tunaiku adalah platform pinjaman digital berbasis aplikasi pertama di Indonesia yang memanfaatkan big data dan analitik prediktif untuk melayani populasi yang tidak memiliki rekening bank dan kurang terlayani di Indonesia.