Viral Alumni SMA di Semarang Rekayasa Konten Pornografi dengan AI Pakai Wajah Siswi dan Guru
Dia merekayasa video pornografi itu menggunakan AI.
Viral video alumni SMAN 11 Semarang (SMANSE) 2025 bernama Chiko Radityatama Agung menyampaikan permintaan maaf, karena telah melakukan rekayasa konten pornografi berbasis AI terhadap siswi dan guru SMANSE.
Kabar yang diunggah dalam akun Instagram @sman11semarang.official menyebutkan Chiko telah merekayasa konten pornografi yang bertajuk “Skandal SMANSE" ke akun X miliknya.
Bahkan dalam video tersebut, Chiko juga memberikan klarifikasi bahwa foto dan video yang mencatut wajah siswi SMANSE tersebut seluruhnya merupakan editan AI.
"Saya ingin memohon maaf atas perbuatan saya yang mana saya telah mengedit, meng-upload foto maupun video teman-teman tanpa izin pada akun Twitter saya. Saya menyadari bahwa pebuatan saya telah menimbulkan dampak negatif bagi sekolah SMAN 11 Semarang,” ujar Chiko dalam unggahan tersebut.
"Untuk itu, dari hati saya yang paling tulus dan paling dalam, saya akan, pertama, meminta maaf kepada pihak sekolah, ibu guru, siswa-siswi atas nama sekolahan SMA Negeri 11 Semarang. Yang kedua, berjanji tidak akan mengulangi kejadian serupa pada masa yang akan datang,” ujar Chiko.
Dalam video tersebut, Chiko juga memberikan klarifikasi bahwa foto dan video yang mencatut wajah siswi SMANSE tersebut seluruhnya merupakan editan AI.
"Yang ketiga, pembuatan video atas judul ‘Skandal SMANSE’, baik foto maupun video, itu tidak benar-benar ada, namun hanya editan belaka dengan aplikasi AI. Yang keempat, sanggup membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa. Kelima, sanggup untuk membuat video klarifikasi dan mengupload video tersebut di sosial media saya, @chikoradityatama,” jelas Chiko.
Pihak SMAN 11 Semarang ketika dikonfirmasi soal kasus ini mengatakan Chiko sudah menyampaikan permintaan maaf langsung di sekolah sehari sebelumnya.
"Benar ada klarifikasi soal video tersebut. Dan pengambilan video Chiko itu bertempat di SMAN 11 Semarang pada Senin, 13 Oktober 2025 kemarin," kata Wakil Kepala (Waka) SMAN 11 Semarang bidang Kehumasan, Miyarsih, Selasa (14/10).
Miyarsih pun mengaku tak dapat memberi banyak penjelasan saat Chiko melakukan pengambilan video tersebut. Pihaknya juga tak mau banyak bicara terkait kasus rekayasa konten pornografi yang menurut dugaan melibatkan ratusan siswi dan seorang guru tersebut.
"Saya juga kerjaannya tidak hanya menjadi Waka, saya juga mengajar, tidak terlibat banyak di situ. Karena ini ranahnya sudah beda, bukan ranah saya sebagai Wakahumas untuk menjawab semua yang berkaitan dengan itu. Ini ranah kepala sekolah kebetulan tidak ada di tempat," pungkasnya.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Kustrisaptono, mengaku pihaknya tengah mendalami kasus tersebut. Pihaknya sedang menunggu kronologi lengkap dari pihak SMANSE.
"Nanti kalau cepet-cepet jawab, nanti salah jawab. Nah, ini sudah terancang, kan ini sekolah juga saya minta tuh kronologisnya bagaimana, ini sedang kami minta jawabannya,” kata Kustri.
Kendati begitu, Kustri membenarkan Chiko memang alumni SMANSE. Dari info yang dihimpun, mereka yang fotonya direkayasa oleh AI itu seluruhnya merupakan alumni dan guru SMAN 11 Semarang.
"Lulusan SMAN 11 Semarang, ya terus dia bermain AI. Tapi ini hanya gambaran sementara ya, mungkin dia nge-upload gambar teman-temannya yang dia rekayasa-rekayasa itu pakai teknologi AI. Akhirnya ya muncul itu. Itu ya lulusan semua, baik yang membuat maupun yang dibuat gambarnya,” sambung dia.
Saat menanggapi apakah mungkin ada pembatalan ijazah SMA Chiko, pihaknya dengan tegas menjawab tak mungkin ada pembatalan ijazah.
"Kok ijazah dibatalkan? ya tidak mungkinlah. Wong enggak ada hubungannya dengan ijazah. Ya kan wis lulus toh, tak dibatalkan, wong dia sudah kuliah, dia sudah alumni. Tidak mungkin ijazahnya dibatalkan, saya pastikan tidak mungkin. Dia dulu waktu sekolah di SMAN 11 kan baik saja dia,” tandasnya.