Siswa SMAN 11 Semarang Demo Buntut Alumni Sebar Foto Porno Editan AI, Kecewa Sama Kepala Sekolah Tak Terbuka

Dari ribuan siswa yang hadir, satu di antaranya membentangkan spanduk bertuliskan “Datangkan Chiko!!!”

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Siswa SMAN 11 Semarang Demo Buntut Alumni Sebar Foto Porno Editan AI, Kecewa Sama Kepala Sekolah Tak Terbuka
Siswa SMAN 11 Semarang Demo Buntut Alumni Sebar Foto Porno Editan AI, Kecewa Sama Kepala Sekolah Tak Terbuka (merdeka.com)

Puluhan siswa SMA 11 Semarang, menggelar demonstrasi di lapangan sekolah menuntut penanganan kasus penyebaran foto serta video tidak senonoh menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Bahkan, dari ribuan siswa yang hadir, satu di antaranya membentangkan spanduk bertuliskan “Datangkan Chiko!!!”

Para siswa membentangkan berbagai spanduk bertuliskan “Korban Butuh #Keadilan,” “Justice For SMA11,” dan “Jangan Buta #UsutTuntas.” Aksi demo itu diinisiasi siswa langsung supaya kepala sekolah tidak berdiam diri dalam menangani kasus tersebut.

Salah satu orator aksi, Albani Telani, siswa kelas XII SMAN 11 Semarang, mengatakan aksi demonstrasi digelar untuk menuntut tanggung jawab Kepala Sekolah Roro Tri Widyastuti agar segera bertindak tegas terhadap kasus yang melibatkan Chiko.

Dia menyebut kepala sekolah dianggap bersikap tertutup karena memberikan ruang klarifikasi bagi Chiko tidak secara terbuka sebagaimana kesepakatan awal.

"Kepala sekolah mengambil keputusan sepihak dengan menjadikan klarifikasi itu di dalam ruangan tertutup tanpa disaksikan pihak lain,” kata dia.

Ketidakterbukaan kepala sekolah terungkap ketika pihak-pihak yang ingin membantu mengungkap kasus tersebut. Hanya Komnas PPA yang disambut oleh kepala sekolah, sementara aparat, media, dan pihak lain tidak mendapat kesempatan bertemu.

"Yang disambut hanya Komnas PPA. Bagaimana dengan aparat dan media? Bahkan pers pun saat datang ke sini tidak diterima kepala sekolah. Kami hanya ingin kejelasan soal tanggung jawab kepala sekolah,” ungkapnya.

Tuntutan para siswa meminta pihak sekolah menjelaskan secara terbuka tanggung jawab mereka atas kasus Chiko. Selain itu, mereka juga mendesak agar Chiko melakukan klarifikasi secara terbuka di hadapan publik sekolah.

"Kami kecewa dengan tindakan Chiko. Karena itu, kami sudah menyiapkan petisi warga SMAN 11 Semarang agar klarifikasi Chiko dilakukan secara terbuka, sesuai kesepakatan awal. Kami juga kecewa karena kepala sekolah mengambil keputusan sepihak,” ujarnya.

Informasinya bahwa para korban akan memperoleh bantuan hukum dari pihak terkait.

“Kami sudah mendapat informasi bahwa korban, baik yang masih siswa maupun yang sudah alumni, akan mendapat pendampingan hukum. Namun, kami tetap mencari keadilan bagi mereka semua,” pungkasnya.

Rekomendasi