Terungkap, Ini Data Eksplorasi PT Gag Nikel di Raja Ampat
Pemerintah tidak mencabut izin ekplorasi atau operasional PT Gag Nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.
Pemerintah tidak mencabut izin ekplorasi atau operasional PT Gag Nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, alasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Gag Nikel tidak dicabut lantaran aktivitas pertambangan dinilai sudah sesuai aturan.
"Untuk PT Gag karena itu adalah dia melakukan sebuah proses penambangan yang menurut dari hasil evaluasi tim kami itu bagus sekali, dan tadi kalian sudah lihat foto-fotonya," jelas Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (10/6).
Selain itu, kata dia, pertambangan yang dilakukan PT Gag Nikel memenuhi syarat Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Bahlil menyebut PT Gag Nikel yang mengoperasikan tambang merupakan aset negara.
"Itu Alhamdulillah sesuai dengan Amdal, sehingga karena itu juga adalah bagian dari aset negara," ujarnya.
Terpisah, PT Gag Nikel juga buka suara soal polemik keberadaan tambang nikelnya. Plt Presiden Direktur Gag Nikel, Arya Arditya memastikan area tambang sama sekali tidak masuk dalam batas resmi Geopark Raja Ampat.
Dia berpegang pada data resmi Geopark Raja Ampat. Kawasan Geopark mencakup empat pulau utama. Antara lain Pulau Waigeo (termasuk Kepulauan Wayag di ujung utara), Batanta, Salawati, dan Misool.
"Karena Pulau Gag berada cukup jauh dari keempat pulau tersebut, kegiatan pertambangan PT Gag Nikel dipastikan tidak berada di zona Geopark Raja Ampat," ujar dia dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Rabu (11/6).
Data Eksplorasi PT Gag
Informasi mengenai eksplorasi PT Gag ditemukan dalam website perusahaan. Dikutip merdeka.com, Rabu (11/6), per 31 Desember 2018, total cadangan nikel PT Gag Nikel tercatat sebesar 47,76 juta wmt yang terdiri dari 39,54 juta wmt bijih nikel saprolit dan 8,22 juta wmt bijih nikel limonit.
Tercatat total sumber daya nikel PT Gag Nikel mencapai 314,44 juta wmt yang terdiri dari 160,08 juta wmt bijih nikel saprolit dan 154,36 juta wmt limonit.
Kepemilikan Saham
PT Gag Nikel merupakan perusahaan pertambangan nikel yang didirikan di Indonesia dan beralamat di Antam Office Building Tower B, Lantai MZ, Jalan TB. Simatupang No. 1 Jakarta Selatan 12530.
PT Gag Nikel adalah pemegang Kontrak Karya Generasi VII No. B53/Pres/I/1998 tahun 1998 yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 19 Januari 1998.
Awalnya, kepemilikan saham mayoritas PT Gag Nikel dimiliki oleh Asia Pacific Nickel Pty Ltd (APN Pty Ltd) sebesar 75 persen dan PT Antam Tbk sebesar 25 persen.
Namun sejak 2008 PT Antam Tbk berhasil mengakuisisi semua saham PT Asia Pacific Nickel Pty Ltd, sehingga pada tahun 2008 PT Gag Nickel sepenuhnya dikendalikan oleh Antam.