Bantuan Homestay Raja Ampat Dorong Pengembangan Wisata Berkelanjutan di Kampung Waifoi
Inisiatif Bantuan Homestay Raja Ampat dari Yayasan Kamtabai dan Reefguardian di Kampung Waifoi hadir untuk memberdayakan masyarakat adat serta mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Yayasan Kamtabai Raja Ampat, bekerja sama dengan Reefguardian, telah menyalurkan bantuan perlengkapan penting bagi pengelola homestay dan pemandu wisata. Bantuan ini diberikan di Kampung Waifoi, Kabupaten Raja Ampat, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pengembangan wisata berbasis komunitas.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya aktif Yayasan Kamtabai dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat adat. Mereka berfokus pada pengembangan wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di wilayah tersebut. Sebanyak tujuh orang penerima manfaat mendapatkan bantuan ini, terdiri dari empat pemilik homestay dan tiga pemandu wisata lokal.
Kampung Waifoi sendiri dikenal sebagai destinasi wisata alam yang kaya akan panorama hutan tropis dan burung endemik Papua. Selain itu, wilayah ini juga menawarkan pengalaman trekking dan kekayaan budaya lokal yang unik. Potensi besar ini memerlukan dukungan konkret untuk memaksimalkan pengembangan daerah demi peningkatan ekonomi keluarga.
Dukungan Konkret untuk Pengelola Homestay Lokal
Pimpinan Yayasan Kamtabai, Kesya Bara, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk komitmen mereka. Tujuannya adalah untuk memperkuat pengelolaan wisata berbasis komunitas di Kampung Waifoi. Harapannya, dukungan ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga tanpa merusak kelestarian alam.
Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Adat Kampung Waifoi, Werner Nook, menyampaikan apresiasi mendalam. Ia berterima kasih kepada Yayasan Kamtabai Raja Ampat atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan. Dukungan ini sangat berarti bagi masyarakat setempat yang berupaya mengembangkan usaha wisata secara mandiri.
Bantuan yang disalurkan meliputi mantel hujan, kelambu, teropong, sepatu trekking, dan tongkat jalan. Perlengkapan ini sangat menunjang aktivitas wisata alam di kawasan tersebut. Werner Nook menegaskan bahwa fasilitas ini sangat membantu masyarakat yang selama ini beroperasi dengan keterbatasan.
Perjalanan Pengembangan Wisata Berbasis Swadaya
Pengembangan homestay di Kampung Waifoi telah dimulai secara swadaya sejak tahun 2017 oleh masyarakat adat setempat. Inisiatif ini bertujuan untuk menyambut wisatawan yang datang menikmati keindahan Teluk Mayalibit. Awalnya, masyarakat membangun beberapa homestay sederhana secara mandiri.
Dari upaya swadaya tersebut, muncul gagasan untuk membentuk perkumpulan homestay. Tujuannya agar masyarakat dapat berkembang bersama dalam pengelolaan wisata berbasis komunitas. Gerakan ini menunjukkan semangat kemandirian dan kolaborasi dari warga Kampung Waifoi.
Seiring perkembangan wisata, gerakan masyarakat adat Kampung Waifoi menarik perhatian. Yayasan Kamtabai Raja Ampat dan Reefguardian kemudian turut memberikan dukungan. Keterlibatan pihak luar ini semakin memperkuat pengembangan usaha wisata lokal di daerah tersebut.
Peran Penting Masyarakat Adat dalam Konservasi
Werner Nook menilai bahwa keterlibatan masyarakat adat dalam pengelolaan wisata adalah langkah krusial. Hal ini penting untuk menjaga kelestarian kawasan Raja Ampat. Raja Ampat sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari terbaik di dunia.
Dukungan yang diberikan tidak hanya meningkatkan usaha homestay dan jasa pemandu wisata. Lebih dari itu, bantuan ini juga menjadi motivasi kuat bagi masyarakat. Mereka termotivasi untuk terus menjaga kawasan hutan dan ekosistem di sekitar Teluk Mayalibit.
Melalui pendekatan ini, pengembangan pariwisata dapat berjalan seiring dengan upaya konservasi. Ini menciptakan simbiosis mutualisme antara ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan. Kampung Waifoi menjadi contoh nyata bagaimana pariwisata dapat memberdayakan sekaligus melestarikan alam.
Bantuan perlengkapan yang disalurkan meliputi:
Sumber: AntaraNews