Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Provinsi Papua Barat telah menyalurkan bantuan perlengkapan wisata dengan total mencapai Rp306,50 juta. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pengembangan potensi ekowisata Aipiri Kwau, khususnya di Kampung Aipiri dan Kampung Kwau yang berlokasi di Kabupaten Manokwari.
Kepala DPMK Papua Barat, Legius Wanimbo, pada Sabtu (18/10) di Manokwari, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berupa 24 kursi lipat, delapan kursi sun lounger dan matras, serta delapan meja bundar. Perlengkapan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan yang berkunjung ke kedua kampung tersebut.
Penyaluran bantuan untuk tahun 2025 ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk memajukan sektor pariwisata berbasis masyarakat. Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lapangan kerja baru, peluang usaha, serta meningkatkan perekonomian masyarakat di Kampung Aipiri dan Kampung Kwau.
Advertisement
Advertisement
Dukungan DPMK untuk Ekowisata Berkelanjutan
Bantuan fisik senilai Rp306,50 juta yang disalurkan DPMK Papua Barat merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat infrastruktur pariwisata di daerah. Perlengkapan seperti kursi lipat, sun lounger, matras, dan meja bundar akan sangat mendukung kenyamanan wisatawan yang menikmati keindahan ekowisata Aipiri Kwau.
Legius Wanimbo berharap, "Penyaluran bantuan fisik memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kampung Kwau maupun Kampung Aipiri." Pengelolaan potensi wisata yang maksimal ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal.
Pengembangan ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan budaya. DPMK Papua Barat berharap kesadaran akan pentingnya wisata berkelanjutan semakin meningkat di kalangan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Kriteria dan Pendampingan Pengembangan Kampung Wisata
Penentuan Kampung Aipiri dan Kampung Kwau sebagai penerima bantuan didasarkan pada beberapa kriteria ketat yang ditetapkan DPMK Papua Barat. Kriteria tersebut mencakup potensi wisata alam, budaya, dan sejarah yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Selain itu, kesiapan masyarakat yang sudah tergabung dalam kelompok sadar wisata (pokdarwis), aksesibilitas lokasi, ketersediaan infrastruktur dasar, dan peran aktif badan usaha milik kampung (BUMKam) juga menjadi pertimbangan utama. "Dua kampung ini juga masuk dalam rencana pengembangan pariwisata daerah oleh pemerintah provinsi dan kabupaten," ujar Wanimbo.
DPMK provinsi tidak hanya memberikan bantuan perlengkapan wisata, tetapi juga melakukan pendampingan teknis dan pelatihan komprehensif bagi masyarakat di kedua kampung. Pelatihan meliputi manajemen usaha wisata, peningkatan kapasitas pelayanan wisatawan, dan penguatan kelembagaan ekonomi kampung. "Tujuan ke depannya itu supaya masyarakat mampu mengelola potensi wisata secara mandiri dan profesional," kata Wanimbo.
Advertisement
Advertisement
Rencana Jangka Panjang dan Kolaborasi Lintas Sektor
Pengalokasian anggaran bantuan perlengkapan wisata akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, seiring dengan pemetaan potensi wisata kampung lainnya di wilayah Papua Barat. Penentuan kampung penerima bantuan akan tetap berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan pelaksanaan program secara bertahap sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Wanimbo menambahkan, "Diharapkan lebih banyak kampung wisata dapat menerima manfaat dari program ini di tahun-tahun berikutnya." Ini menunjukkan komitmen jangka panjang DPMK untuk pengembangan pariwisata berbasis komunitas.
Pengembangan ekowisata Aipiri Kwau dan kampung wisata lainnya memerlukan kerja sama lintas sektor yang erat. Kolaborasi antara DPMK, Dinas Pariwisata, dan pemerintahan kampung sebagai pelaksana program di lapangan sangat krusial. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan lembaga adat, mitra pembangunan, dan lembaga masyarakat yang fokus pada pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas. "Supaya program pengembangan kampung wisata berjalan terpadu, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat kampung," pungkas Wanimbo.
Advertisement
Sumber: AntaraNews